BNPB Ungkap Banjir-Longsor Dominasi Bencana di 2025: 1.353 Orang Meninggal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto di Aceh Tamiang, 1 Januari 2026. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto di Aceh Tamiang, 1 Januari 2026. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut bencana paling banyak terjadi di Indonesia pada 2025 adalah bencana hidrometeorologi basah. Bencana ini meliputi banjir, banjir bandang, dan longsor.

“Di tahun 2025 sendiri dari 2.009 kali bencana hidrometeorologi basah itu ada 1.353 orang meninggal dunia, 183 orang hilang,” ujar Suharyanto saat hadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa (3/2).

Suharyanto mengatakan, selain banjir dan banjir bandang, bencana longsor juga perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab, ia mengatakan, jumlah korban meninggal dunia karena longsor juga tercatat cukup banyak.

Warga berada samping bangunan yang rusak diterjang banjir bandang di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (25/1/2026). Foto: Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO

“Ini longsor juga korbannya cukup besar yaitu 237 meninggal dunia dan 31 hilang sehingga ini perlu kami sampaikan kepada bapak ibu bahwa ke depan mungkin menghadapi bencana longsor ini juga menjadi prioritas yang harus kita perhatikan bersama,” ujarnya.

Baru-baru ini, bencana longsor terjadi di Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Bencana longsor yang terjadi itu menyebabkan puluhan orang tertimbun dan meninggal dunia.