BNPB Update Korban Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 161 Ribu Warga Mengungsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah anak mengambil air di dekat tenda pengungsian korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026).  Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anak mengambil air di dekat tenda pengungsian korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut, sebanyak 91 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Hingga pukul 16.00 WIB, Minggu, 23 Agustus 2026, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa, atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya,” kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (23/8).

Berdasarkan wilayah, korban meninggal paling banyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 32 orang. Kemudian Manggarai Timur 31 orang, Nagekeo 14 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

Dari 91 korban meninggal, 40 orang berjenis kelamin laki-laki dan 48 perempuan. Sementara 3 korban lainnya masih dalam tahap identifikasi.

Berdasarkan kelompok umur, 39 korban merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak-anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.

BNPB mencatat 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa.

Selain korban meninggal, sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 504 orang.

161 Ribu Warga Mengungsi

Sejumlah anak berada di depan pengungsian korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, Berton mengatakan jumlah warga yang mengungsi akibat gempa NTT juga kembali bertambah. Hingga Minggu (23/8), total pengungsi mencapai 161.084 orang.

“Data pengungsi yang ada pada kami bertambah lagi menjadi 161.084 jiwa,” ujar Berton.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 46.519 orang. Berikutnya Kabupaten Nagekeo dengan 36.256 pengungsi dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 pengungsi.

BNPB juga mencatat sejumlah gangguan kesehatan di tengah kondisi pengungsian.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, kata Berton, penyakit dengan kasus terbanyak adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni 3.721 kasus.

Sementara itu, terdapat 15 kasus gigitan hewan penular rabies yang berasal dari Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur.

Hingga kini, sebanyak 11.106 tenaga kesehatan telah bekerja di lapangan untuk menangani para penyintas gempa. Meski demikian, BNPB juga mencatat kebutuhan tambahan 133 tenaga kesehatan, termasuk dokter umum, dokter spesialis, perawat, perawat anestesi, dan apoteker.

Berton mengimbau masyarakat tetap waspada karena gempa susulan masih berpotensi terjadi. Namun, warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat rangkaian gempa diimbau dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Berton.