Bobby Didukung Banyak Partai di Pilgub Sumut, Hasto Ingatkan Bahaya Polling
ยทwaktu baca 2 menit

Wali Kota Medan Bobby Nasution kembali didukung oleh partai politik untuk maju sebagai calon gubernur untuk Pilgub Sumut. Terakhir, Bobby mendapat rekomendasi dari PKB.
Soal dukungan itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan, soal ramainya survei dan polling jelang Pilkada 2024 berlangsung.
"Jadi kita harus hati-hati terhadap polling," ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).
Menurut Hasto, polling dapat dipakai sebagai alat penguasa untuk membangun opini publik. Dia lebih memilih melihat langsung bagaimana rakyat bersuara.
"Polling bisa menjadi alat yang membungkam suara-suara kritis karena berbagai cara yang dilakukan. Karena itulah yang terbaik adalah suara rakyat itu. Sehingga instrumen polling seringkali dijadikan sebagai instrumen membangun opini," terang Hasto.
Hasto itu mengingatkan, jangan sampai makna dari demokrasi terkikis oleh polling. Sebab menurutnya, semua pihak harus didengar dalam demokrasi, bahkan sampai yang terpinggirkan.
"Kemudian kritik juga diberikan oleh beberapa pakar tentang substansi penting negara hukum, substansi penting demokrasi, jangan direduksi hanya karena urusan polling. Tapi demokrasi adalah urusan bagaimana rakyat termasuk yang terpinggirkan, suaranya bisa didengarkan, itu yang dilakukan PDI Perjuangan," tutupnya.
Bobby Nasution sudah pasti maju di Pilgub Sumut 2024. Bobby diusung koalisi besar terdiri dari Gerindra, Golkar, PKB hingga NasDem.
Bobby kemungkinan besar akan melawan petahana Edy Rahmayadi. Bobby optimistis bakal menang adu gagasan melawan Edy.
"Ya, sama sama kita kan, yang tadi saya sampaikan. Yang kita sampaikan ini adalah bagaimana yang kita usung itu adalah bagaimana gagasannya, apa yang mau kita bawa di Sumatra Utara," tutur Bobby kepada wartawan usai menerima dukungan maju Pilgub Sumut dari PKB di DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (4/7).
