Bocah 2 Tahun Diduga Terlempar dari Bus Melaju di Pangandaran, Polisi Selidiki

Video seorang bocah berusia sekitar dua tahun yang diduga terlempar dari bus pariwisata di Jalan Raya Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jabar, viral di media sosial. Polisi masih mendalami kejadian tersebut dan belum dapat memastikan bagaimana bocah itu bisa terlempar.
Dalam video yang beredar, seorang pengendara mobil terlihat menghentikan kendaraannya setelah diduga menemukan seorang bocah di pinggir jalan. Pengendara itu kemudian mengejar bus pariwisata yang diduga membawa rombongan keluarga korban.
Dalam unggahan tersebut, bocah berinisial I (2), asal Banyumas, diduga terjatuh dari bus ketika dalam perjalanan pulang menuju Ciamis. Bocah tersebut disebut memainkan handle pintu bus yang tidak terkunci.
Korban Asal Kebumen
Namun, Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan informasi tersebut. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan mencari pihak yang mengetahui kejadian.
"Belum ada (hasil penyelidikan), baru temuan-temuan di lapangan saja," kata Yusdiana saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/8/2026).
Yusdiana menjelaskan, pihak yang disebut menemukan dan menyelamatkan bocah tersebut bukan berasal dari Pangandaran. Begitu pula dengan korban yang disebut berasal dari Kebumen, Jateng.
"Jadi si korban itu kan orang Kebumen, yang menyelamatkannya itu kan (orang) luar Pangandaran juga. Jadi kami masih dalam rangka pencarian yang menemukan dan keluarga korban," ujarnya.
Polisi juga belum dapat memastikan apakah bocah tersebut benar-benar terlempar dari bus, terjatuh karena kondisi tertentu, atau justru dilempar. Menurut Yusdiana, seluruh kemungkinan masih didalami.
"Kami belum bisa memastikan apakah itu terlempar atau dilempar atau seperti apa," kata Yusdiana.
Cari Penemu Pertama Anak
Untuk memastikan kronologi kejadian, polisi perlu memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Pemeriksaan saksi menjadi bagian penting untuk mengungkap bagaimana bocah tersebut bisa berada di jalan saat bus tengah melaju.
"Karena kalau misalkan menurut keterangan kan harus diperiksa dulu saksi-saksinya, baru bisa sama kronologinya nanti. Jadi baru bisa diungkap. Ini kan belum, belum sampai ke situ," tutur Yusdiana.
Polisi saat ini masih melakukan pencarian terhadap orang yang pertama kali menemukan bocah tersebut. Keterangan dari penemu maupun keluarga korban nantinya akan menjadi bahan bagi kepolisian untuk memastikan rangkaian kejadian.
Dengan demikian, informasi yang beredar di media sosial mengenai bocah tersebut diduga terlempar atau dilempar dari bus belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan saksi sebelum menyimpulkan penyebab dan kronologi kejadian.
