Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas di Penjaringan, Ada Bercak Darah di Punggung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Inafis di TKP penemuan mayah bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tim Inafis di TKP penemuan mayah bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun ditemukan tewas di sebuah kamar kos di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menyebut ada bercak darah di bagian punggung saat jasad korban ditemukan.

"Hal tersebut benar, kami mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmad Aiptu Mastawan, pada hari Minggu, 21 September 2025, pukul 00.00 WIB,” kata Kapolsek Penjaringan Kompol Agus Adi Wijaya dalam keterangannya, Senin (22/9).

Mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Penjaringan bersama Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil olah TKP, identitas korban diketahui berinisial AR (8). Saat ditemukan, korban dalam kondisi telentang di lantai kamar kos lantai 3. Tubuhnya bersimbah darah di balik punggung, dengan ceceran darah mengering di sekitar lantai. Kondisi kamar juga sudah berantakan.

Tim Inafis di TKP penemuan mayah bocah perempuan berumur 8 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Dok. Istimewa

“Mayat sudah membusuk, termasuk kamar sudah dalam kondisi berantakan,” jelas Agus.

Polisi menyebut proses olah TKP berlangsung hingga sekitar pukul 04.00 WIB. Beberapa barang dari kamar korban turut diamankan. Kini, garis polisi juga dipasang di lokasi.

Periksa 5 Saksi

Agus menambahkan, pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi yang tinggal di lantai 1 dan 2 kos tersebut. Identitas orang tua korban juga telah diketahui, yakni ayah berinisial S (42) dan ibu berinisial MKR (35).

Jenazah korban kini dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

Ilustrasi garis polisi. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

“Karena kondisi mayat sudah membusuk sehingga permukaan luar tubuh jenazah sulit dianalisa kasat mata. Kami juga sedang menunggu hasil autopsi,” ujar Agus.

Selain itu, polisi juga mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi dan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik, Digital Forensik, serta Psikologi Forensik untuk mendukung proses penyelidikan.

“Atas petunjuk Bapak Kapolres, dibentuk Tim Gabungan Polres dan Polsek untuk mengungkap tuntas dan terang benderang peristiwa ini melaui proses penyelidikan dan penyidikan yang berbasis Crime Scene Investigation,” tutup Agus.