Bocah 8 Tahun Tewas di Kos Penjaringan, Warga Sering Dengar Tangisan
·waktu baca 3 menit

Peristiwa bocah perempuan berusia 8 tahun yang ditemukan tewas membusuk di kamar lantai tiga sebuah kos di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, menyisakan cerita pilu dari warga sekitar.
Ternyata, menurut warga, anak itu kerap diperlakukan kasar oleh ibunya sebelum ditemukan tak bernyawa pada Minggu (21/9).
Menurut Arip (42) Kepala Kamtib RW 02 Penjagalan, perilaku sang ibu dikenal warga memang keras pada anaknya. Karena itu, tak jarang tetangga mendengar suara tangisan anak korban dari dalam kos.
“Kayak main, digebukin. Jadi, kalau yang ngekosnya pun udah sering kali dengar suara-suara tangisan anak itu,” kata Arip.
Tapi, Arip tak pernah melihat langsung tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, ia sempat melihat lebam di mata si anak ketika berjalan bersama ibunya.
“Kalau saya sih selama depan saya, kalau saya pernah ketemu dia atau gimana, selama ini enggak pernah ribut-ribut,” ujar Arip.
“Cuma kalau melihat secara langsung bahwa itu anak pernah ada luka lebam di bawah mata, pas dia bawa jalan berdua, saya pernah,” lanjutnya.
Keterangan serupa juga disampaikan warga lain yang tinggal di sekitar lokasi. Jajang (bukan nama asli), menyebut korban kerap dipukul hanya karena hal sepele, seperti ketika menolak untuk mandi.
“Emang sering digebukin anak itu, kalo nggak mau mandi digebukin. Tetangga juga sering denger,” kata Jajang.
Dari keterangan Arip, korban diketahui bersekolah di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), meski usianya sudah seharusnya masuk SD. Anak itu jarang terlihat bermain dengan teman-teman sebaya, dan lebih sering beraktivitas bersama ibunya saja.
“Sekolah PAUD. Kudunya kan sudah SD, tapi masih PAUD itu. Jarang (main), enggak pernah keluar. Ke mana-mana selalu berdua (dengan ibunya),” jelas Arip.
Arip menyebut, dirinya sudah jarang bertemu dengan sang ibu. Menurutnya, karena sang ibu jarang berada di kos. Bahkan diketahui sang ibu sudah tidak ada di kos selama hampir dua pekan, yakni sejak 6-19 September.
“Saya jarang ke arah depan, jadi jarang ketemu dia. Dan dia pun belakangan ini yang saya tahu, yang saya dengar dia jarang ada di tempat, dia selalu ngilang-ngilang terus,” kata Arip.
Sebelumnya, polisi masih memeriksa orang tua bocah perempuan berusia 8 tahun yang ditemukan tewas di sebuah kamar kos di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka masih dimintai keterangan terkait tewasnya bocah tersebut.
“Masih pengambilan keterangan,” kata Kapolsek Penjaringan Agus Adi Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (22/9).
“Saat di TKP ada bapaknya, tapi ibunya sudah tidak ada di lokasi TKP,” lanjutnya.
Polisi kemudian melakukan pencarian terhadap ibu korban. Ia akhirnya ditemukan sedang berjalan di daerah Kertajaya saat patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
“Ibunya kami temukan sedang berjalan di daerah Kertajaya saat kami patroli KRYD,” tambah Agus.
Ibu-Ayah Korban Tak Tinggal Serumah
Kos-kosan tempat penemuan jenazah anak itu, merupakan milik ibu sang anak yang tewas. Ia punya rumah, yang lalu disewakan untuk kos-kosan.
Dulu, ibu dan ayah anak itu tinggal bersama. Namun sejak bercerai, ibu itu hanya tinggal berdua dengan anaknya.
“Iya, orang tuanya sudah pisah, sudah enggak nyampur ke situ lagi. Waktu belum pisah, bapaknya tinggal di situ,” ujar Arip.
“Kalau tinggal di situ, si ibu tinggal sudah dari kecil. Rumah pribadinya dia. Dia yang punya kosannya,” lanjutnya.
Korban diketahui memiliki seorang adik laki-laki berusia empat tahun yang ikut ayahnya usai bercerai dengan sang ibu.
“(Korban) tinggal berdua sama ibunya. Anak ini dua saudara. Yang satu dibawa bapaknya dari kecil,” jelas Arip.
