News
·
8 Oktober 2020 15:41

Bocah Berusia 9 Tahun di Sulsel Rawat Ibunya yang Idap Kanker Payudara

Konten ini diproduksi oleh
Bocah Berusia 9 Tahun di Sulsel Rawat Ibunya yang Idap Kanker Payudara (62522)
Aura Siramikaila (kiri) bersama dengan ibunya. Foto: Dok. Istimewa
Usia Aura Siramikaila baru menginjak sembilan tahun. Tapi beban yang ditanggung bocah itu tidak tanggung-tanggung. Karena kondisi keluarganya, ia harus merawat ibunya yang terkena kanker payudara seorang diri.
ADVERTISEMENT
Jumiati (45), ibu Aura, hanyalah seorang ibu rumah tangga. Ia sudah lama ditinggal mati oleh suaminya. Ia tinggal di rumah yang kurang layak di Bajoe, Bone, Sulsel.
Tubuh Jumiati semakin kurus. Ia terlihat semakin lemah karena kanker yang menggerogotinya. Ia hanya mampu berbaring. Sudah lima tahun, Jumiati mencoba melawan kanker payudara yang dideritanya.
"Baru setahun terakhir, saya tidak bisa apa-apa lagi. Tanganku keram. Terlentang bisa, itupun sebentar, tetapi untuk balik ke kiri tidak bisa," kata Jumiati kepada wartawan, Kamis (8/10).
Bocah Berusia 9 Tahun di Sulsel Rawat Ibunya yang Idap Kanker Payudara (62523)
Anak berusia 9 tahun di Sulsel rawat ibunya yang terkena kanker payudara. Foto: Dok. Istimewa
Ia mengaku telah menjalani operasi pada September 2019. Sebelum dioperasi, ia masih bisa beraktivitas seperti biasa. Akan tetapi, kini, penyakitnya semakin parah hingga untuk bergerak juga susah.
ADVERTISEMENT
Dalam menghadapi rasa sakitnya, Jumiati hanya dirawat oleh anak semata wayangnya, Aura. Setiap hari, gadis itu menyiapkan kebutuhan ibunya, seperti makanan dan obat-obatan.
"Itu anakku (Aura) yang rawat. Dia yang masak, mencuci, dan ambil air," ujar Jumiati sambil berurai air mata.
Meski rajin membantu ibunya, Aura tak lupa dengan kewajibannya untuk bersekolah. Ia selalu memastikan kebutuhan ibunya sebelum memulai belajar secara daring. Kini, Aura masih duduk di kelas 4 di SD Inpres 5/81 Bajoe.
"Kalau sudah semua kerjaanku, baru saya berangkat ke rumah teman, untuk ikut dan numpang belajar. Karena sekarang belajar online, tapi saya tidak punya handphone," ujar Aura.
Aura bercerita, sebelum ke sekolah atau belajar, ia terlebih dahulu mengambil air sebanyak tiga galon. Air ini dibawa naik ke rumah panggungnya. Jikalau air tersebut untuk diminum, maka ia akan menuju masjid untuk mengambilnya.
ADVERTISEMENT
"Saya memang masak nasi, kalau ada ikan masak ikan, kalau tidak ada, tidak masak," ucapnya.
Dihubungi secara terpisah, Camat Tanete Riattang Timur, Andi Arman Bobi, mengaku telah mendatangi rumah Jumiati untuk melihat keadaannya dan berjanji untuk membantunya. Ia juga telah menghubuni pihak Puskesmas Bajoe.
"Apa pun caranya beliau harus mendapatkan pertolongan. Kalau soal bantuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ini, baru diusulkan memang tahun ini. Harus diurus cepat. Tidak boleh lama, kalau bisa besok ada solusi," tegasnya.
Sebelumnya, Kasat Intelkam Polres Bone AKP Surahman dan Direktur Putra Nolig Group Eko Wahyudi terpanggil untuk membantu keluarga tersebut.
Surahman memberikan bantuan sembako, sementara Bos Putra Noling membelikan gawai untuk Aura Siramikaila agar bisa dipakai untuk belajar daring.
ADVERTISEMENT