Bocah di Bandung Dirundung Tak Pernah Ganti Seragam Sekolah, RK Beri Bantuan
ยทwaktu baca 2 menit

Seorang anak SD berusia 11 tahun, Laael Rizki Ramadhan, dirundung temannya karena tak pernah mengganti seragam sekolah. Rizki merupakan murid di salah satu sekolah di wilayah Baleendah, Kabupaten Bandung.
Kasus Rizki ini viral di media sosial hingga menarik perhatian Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau akrab disapa Emil.
Emil lalu mengundang langsung Rizki ke Gedung Sate, Kota Bandung, pada Selasa (27/9) untuk memberi sejumlah peralatan sekolah baru untuk Rizki. Emil juga menitipkan pesan kepada Rizki agar tetap bersemangat sekolah. Dia pun berjanji akan memberi pekerjaan pada ayah Rizki serta membuatkan tempat usaha bagi ibunda Rizki.
"Saya kasih kerjaan, yang penting halal dan dapet penghasilan," kata Emil dalam siaran pers Pemprov Jabar, Kamis (29/9).
Ayah Rizki, Hendra, mengaku sedang mengalami kesulitan ekonomi. Dia tak mampu memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Hendra dahulu bekerja jadi sopir truk.
"Kami sekeluarga dalam kesulitan ekonomi," ujar Hendra kepada Emil.
Satgas Anti Perundungan JQR
Terpisah, Koordinator Satgas Anti Perundungan Jabar Quick Response (JQR) Rini Marlina mengatakan, Emil telah menginstruksikan pada jajarannya untuk membentuk Tim Satgas Khusus JQR guna menangani peristiwa perundingan.
Rini menjelaskan, tim itu bakal memberikan layanan advokasi, edukasi, dan konseling kepada para korban perundungan.
"Program ini langsung atensi dari Bapak Gubernur Ridwan Kamil, nantinya akan melaksanakan mulai dari advokasi, edukasi dan konseling," kata Rini.
"Ke depannya kami juga bersama Disdik Jabar akan melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang juga akan turut melibatkan guru-guru BP se-Jawa Barat," ucap Rini.
Rini pun berharap aksi perundungan tak lagi terjadi di Jabar. Sebab, JQR belakangan ini acap kali menerima laporan pengaduan aksi perundungan dari masyarakat. Aksi perundungan terutama di sekolah harus dijadikan atensi oleh guru dan orang tua.
"Sejak 2019 JQR telah merespons aduan yang berkaitan dengan kasus perundungan, dengan banyaknya aduan yang masuk maka akan kita respons dengan sangat serius," ungkap Rini.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Siska Gerfianti, mendukung pembentukan Tim Satgas Anti Perundungan. Kini, dia sedang membuat formula kolaborasi untuk efektivitas satgas bersama JQR.
"Gagasan Gubernur untuk satgas anti perundungan akan kita dukung secara maksimal, kita akan kolaborasi dengan dinas terkait, serta pihak yang konsen dengan masalah perundungan dari mulai pendampingan, medis hingga jika terjadi kemungkinan timbul masalah hukum," kata dia.
