Bocah di Bekasi Punya Kebiasaan Tak Biasa, Suka Makan Kertas hingga Styrofoam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bocah di Bekasi memiliki kebiasaan makan kertas, kardus hingga styrofoam. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bocah di Bekasi memiliki kebiasaan makan kertas, kardus hingga styrofoam. Foto: Dok. Istimewa

GI (3), seorang bocah asal Kampung Bulak Sukadana, Desa Jaya Sakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jabar, memiliki kebiasaan yang tak lazim. Dia suka memakan benda-benda seperti kertas, styrofoam, dan kardus.

Menurut orang tua GI, Pipit Setiawati (34), anaknya tersebut mulai makan benda-benda di sekitarnya sejak usia 1 tahun. Kala itu Pipit melihat sandal di rumahnya dalam kondisi terpotong.

Pipit lalu menelusuri dan ternyata sandal terpotong itu merupakan ulah anaknya.

"Keanehan itu waktu anak saya umur 1 tahun, kok ini sendal banyak yang buntung gitu. Saya perhatikan bocah ini makan sendal," kata Pipit di rumahnya, Rabu (23/3).

Pipit sempat melarang anaknya untuk makan benda-benda seperti itu, tetapi ketika dilarang anaknya malah kerap kali mengamuk.

"Jadi sempat saya larang, ya, namanya sandal itu, kan, terus marah dia (anak saya). Sampai keseringan dia makan sandal, sampai saya ganti sandal baru," ungkapnya.

Bocah di Bekasi memiliki kebiasaan makan kertas, kardus hingga styrofoam. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya benda-benda tersebut dimakan layaknya makanan ringan yang sering konsumsi oleh anak-anak seusia GI.

"Dimakan, ditelan kertasnya. Waktu dia makan sandal kalau saya perhatian pas buang air (BAB), kalau makan sandal hijau, ya, keluarnya utuh warna juga hijau. Kalau kertas, mah, enggak kelihatan, mungkin kecerna atau gimana, saya juga nggak ngerti," ucapnya.

Kebiasaan aneh tersebut berlangsung hingga kini. Keluarga, kata Pipit, tidak bisa melarang GI untuk berhenti makan benda-benda tersebut lantaran GI akan marah dan mengamuk.

"Kadang-kadang kalau dia lagi pengin, kayak tadi pagi, tuh, ada empat sampai lima lembar buku yang gede, yang biasa sekitar ukuran A3. Nanti begitu main, pas balik minta lagi harus, enggak boleh tidak," katanya.

Ibu menunjukkan kertas yang biasa dimakan bocah di Bekasi. Foto: Dok. Istimewa

"Karena sudah terbiasa jadi saya harus nyediain buku, karena kakaknya, kan, sekolah tuh, jadi mau tak mau saya juga nyari bukunya yang bersih, yang enggak ada tintanya," imbuh Pipit sembari memperlihatkan kertas yang dimaksud.

Meski GI punya kebiasaan aneh, menurut Pipit, anaknya itu tidak memiliki keluhan kesehatan.