Bocah Raya Tubuh Dipenuhi Cacing: Biaya RS Tak Bisa Pakai BPJS, Dibayari Relawan
·waktu baca 3 menit

Raya (4 tahun), bocah perempuan di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal setelah dirawat selamat 9 hari di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Selasa (22/7).
Raya dibawa ke RS dalam kondisi tidak sadar pada 13 Juli 2025 pukul 20.00 WIB oleh relawan dari Rumah Teduh Sahabat Iin. Hasil pemeriksaan diketahui dalam tubuh Raya sudah dipenuhi cacing gelang. Bahkan cacing hidup sepanjang 15 cm keluar dari hidung Raya.
Saat dibawa ke RSUD R Syamsudin SH, para relawan mengalami kesulitan karena Raya tidak punya BPJS. Pihak RS memberikan waktu 3x24 jam untuk mengurus BPJS, bila tidak maka harus dibayar secara mandiri.
Humas RSUD R Syamsudin SH, Irfan Nugraha mengatakan saat pertama datang ke RS, Raya dan keluarganya tidak memiliki administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga dan lainnya.
Kondisi itulah yang menyulitkan dalam mengurus BPJS. Sementara waktu yang diberikan hanya 3x24 jam. Sehingga pada akhirnya RSUD menerapkan biaya perawatan mesti dibayar tunai.
”Memang ada kendala terkait nomor kependudukan, jadi dalam hal ini gagal untuk diaktivasi BPJS-nya, karena melewati batas waktu yang ditentukan 3x24 jam. Pada akhirnya tunai dan disanggupi sampai dengan akhir tetap dipertanggungjawabkan oleh Rumah Teduh,” kata Irfan kepada wartawan, Selasa (20/8) malang.
Informasi yang dihimpun, total biaya yang dibayarkan relawan untuk perawatan Raya selama 9 hari di ruang PICU mencapai Rp 29 juta.
Menurut rumah sakit, jumlah biaya pengobatan Raya sudah diberikan keringanan. Biaya perawatan itu juga sudah diselesaikan.
“Informasi yang saya dapat pembiayaannya telah selesai, dari rumah sakit sendiri memang memberikan keringanan. Untuk nominal keringanan berapa serta nominal akhir berapa, kami tidak mempunyai kewenangan untuk membuka data itu, karena sangkut pautnya dengan rekam medis juga dan data-data itu privasi dari keluarga,” ujarnya.
Raya Meninggal karena Cacingan Akut
Raya meninggal dunia akibat cacingan akut. Tubuhnya dipenuhi cacing gelang yang sudah menyebar ke usus, paru-paru, hingga otak.
Raya tinggal bersama orang tuanya, Udin (32) dan Endah (38), di rumah bilik panggung sederhana. Bagian bawah rumah dijadikan kandang ayam penuh kotoran, yang diduga menjadi sumber penularan.
Orang tuanya disebut mengalami gangguan mental dan tidak memiliki dokumen kependudukan, sehingga keluarga ini tidak tercatat sebagai penerima BPJS.
Raya ditemukan dalam kondisi kritis oleh pegiat sosial Iin pada 13 Juli 2025 dan dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Dari tubuhnya sempat keluar cacing hidup sepanjang 15 cm lewat hidung, serta ratusan ekor cacing lain dari anus dan kemaluan dengan total berat sekitar 1 kilogram. Setelah dirawat 9 hari di PICU, Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025.
Kasus ini menuai sorotan. Pihak rumah sakit menyebut cacingan Raya tidak wajar karena jumlah dan ukuran cacing yang besar. Sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku prihatin dan menilai desa lalai, hingga menjatuhkan sanksi dengan menunda bantuan untuk Desa Cianaga.
