Bocah SD di Lombok Meninggal Usai Tiru Freestyle Game Online: Leher Patah
·waktu baca 2 menit

Seorang bocah bernama Hamad Izan Wadi berusia 8 tahun di Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia diduga setelah melakukan aksi freestyle yang terinspirasi dari game online.
Siswa sekolah dasar (SD) itu kemudian mengalami cedera parah di bagian leher, diduga tulang lehernya patah.
Kapolsek Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, setelah menjalani perawatan medis, nyawanya tak tertolong pada Minggu (3/5).
“Iya benar terjadi di wilayah Lenek. Peristiwa freestyle-nya sudah lama sebelum korban akhirnya meninggal di rumah sakit,” kata Yogi kepada kumparan, Kamis (7/5).
"Menurut keterangan orang tuanya, korban dibawa ke Rumah Sakit Selong kemudian dirujuk ke RSUP untuk menjalani operasi patah tulang leher. Setelah sempat sembuh dan pulang, kondisinya kambuh lagi, lalu dibawa kembali ke Rumah Sakit Selong hingga akhirnya meninggal dunia di sana.” lanjutnya.
Menurut Yogi, freestyle yang dilakukan anak-anak belakangan ini disebut marak terjadi dan diduga terinspirasi dari sejumlah game online.
"Agar orang tua selalu mengawasi tontonan anak di HP, karena tayangan freestyle tersebut pasti dari postingan yang adegannya dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih. Selain itu, kami juga meminta pengawasan dari guru di lingkungan sekolah kepada anak-anak muridnya," imbaunya.
Yogi menegaskan bahwa aksi semacam itu sangat berbahaya jika dilakukan tanpa pengawasan, terlebih oleh anak-anak.
