Bocah yang Kedapatan 'Ngelem' di Jembatan Ampera Dibina Dinsos Palembang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiga anak yang kedapatan ngelem di Jembatan Ampera saat diamankan Dinsos Palembang. Foto: Dok. Dinsos Palembang
zoom-in-whitePerbesar
Tiga anak yang kedapatan ngelem di Jembatan Ampera saat diamankan Dinsos Palembang. Foto: Dok. Dinsos Palembang

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang melakukan pembinaan terhadap 3 orang anak jalanan yang sebelumnya sempat viral karena mengisap lem alias ngelem di area Jembatan Ampera.

Kepala Dinas Sosial Palembang, M Raimon Lauri, mengatakan Dinsos bersama dengan Satpol PP, Dinas PPPA, dan Kepolisian, sebelumnya telah mengamankan 3 anak jalanan yang viral karena mengisap lem di area Jembatan Ampera.

"Ketiganya diamankan di kawasan Pasar 16 Ilir atau masih sekitar kawasan Jembatan Ampera, karena masih di bawah umur mereka kemudian dibawa ke rumah singgah," katanya, Jumat (29/5).

Di rumah singgah tersebut, mereka diberikan makan dan minum. Lalu diasesmen, didata dan diberikan pembinaan. Selanjutnya, karena masih di bawah umur petugas mencari keberadaan keluarga mereka.

"Ada yang anak berinisial A yang keluarganya sudah ketemu dan tercatat sebagai warga Gang Pulau, Kelurahan 7 Ulu, Palembang," jelasnya.

Maka dari itu selanjutnya, dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) serta surat perjanjian agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.

Raimon bilang, petugas Dinsos bersama Dinas PPPA juga melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga dan memberikan edukasi untuk melakukan pengawasan agar anak tersebut tidak kembali berkeliaran di jalan.

"Kami juga berupaya dan berkolaborasi dengan OPD terkait lainnya agar bisa memenuhi kebutuhan anak tersebut serta mengarahkan agar mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat," katanya.

Sementara untuk 2 anak lainnya saat ini masih berada di rumah singgah Sentra Budi Perkasa. Petugas masih mencari informasi mengenai keberadaan keluarga mereka.

"Dari pengakuan mereka sehari-hari mereka memang tinggal di jalanan dan karena kurangnya perhatian dari pihak keluarga. Mereka mendapatkan uang dengan cara meminta-minta," jelasnya.

Adapun karena faktor lingkungan dan pengaruh teman-teman sekitar uang itu nantinya digunakan untuk membeli lem Aibon untuk diisap bersama-sama.

"Jelas hal ini membahayakan khususnya untuk kesehatan mereka sendiri," katanya.

Ke depannya, Dinsos Palembang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta stakeholder lainnya akan terus melakukan penyisiran untuk melakukan pembinaan terhadap anak jalanan agar mendapatkan pendidikan dan terhindar dari hal-hal negatif.