kumplus- Lipsus Blok Wabu- Cover

Bola Panas Blok Emas Wabu (2)

4 Oktober 2021 9:51
·
waktu baca 12 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ada gunung emas “baru” di Papua. Namanya Blok Wabu, berjarak 40 km dari tambang emas Freeport di Grasberg. Ia belum terjamah meski kian santer dibicarakan. Konon, ada 8,1 juta troy ons emas di dalam gunung itu. Kalau dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 207,19 triliun. Freeport pertama kali menemukannya pada 1990, menelitinya bertahun-tahun, namun mengembalikan blok itu ke Indonesia pada 2018.
Tahun lalu, Menteri BUMN Erick Thohir menyurati Menteri ESDM Arifin Tasrif, meminta pengelolaan Blok Wabu oleh PT Aneka Tambang (Antam). Namun, hingga kini Blok Wabu belum juga dikelola. Kenapa? Dan mengapa blok tersebut tak lagi dipegang Freeport? Benarkah banyak pejabat berpengaruh yang mengincar Wabu sehingga tarik-menarik kepentingan itu membuat Kementerian ESDM tak berkutik?
kumparan menelusuri potensi emas Wabu dan mewawancarai sejumlah pihak mulai dari para pemangku kepentingan dan eks pejabat, pakar pertambangan, sampai Presiden Direktur Freeport Indonesia. Langganan kumparan+ untuk mengetahui laporan lengkapnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Ada gunung emas belum terjamah di Papua. Namanya Blok Wabu. Konon, kandungan emasnya lebih besar dari Grasberg yang dikelola Freeport. Banyak orang berpengaruh lalu mengincarnya. Siapa paling pas mengelolanya? Simak misteri Blok Wabu. Klik di bawah.