Liputan Khusus

922Follow topic
Sihir 3 Stanza Indonesia Raya

Sihir 3 Stanza Indonesia Raya

Dicipta oleh mantan pemain band, lagu 3 stanza Indonesia Raya menjadi napas perjuangan, ancaman bagi kolonialisme.


Mencincang Orang Belanda Usai Fajar Kemerdekaan

Mencincang Orang Belanda Usai Fajar Kemerdekaan

Orang-orang Belanda di Indonesia dibantai dengan golok, belati, bedil. Mayat mereka dibuang ke parit di pinggir jalan.


Keping yang Terserak: Terompet Proklamasi sampai Bantal Granat

Keping yang Terserak: Terompet Proklamasi sampai Bantal Granat

Riwu berkeliling jalanan. Membawa bendera, menggenggam megafon. “Indonesia merdeka,” ujarnya lantang, menantang bahaya.


Menyebar Kabar Proklamasi ke Penjuru Negeri

Menyebar Kabar Proklamasi ke Penjuru Negeri

Radio, koran, pemancar masjid, jadi medium penyebar proklamasi. Di Masjid Besar Semarang, proklamasi ikut berkumandang.


Proklamasi Teduh di 17 Agustus: Kami Bangsa Merdeka

Proklamasi Teduh di 17 Agustus: Kami Bangsa Merdeka

Tak ada aksi massa besar usai Proklamasi dibacakan. Tak ada darah tumpah menganak sungai. Teduh sejenak menaungi negeri.


Berkelana Melintasi Waktu di Imam Bonjol 1, Jantung Proklamasi

Berkelana Melintasi Waktu di Imam Bonjol 1, Jantung Proklamasi

Rumah bergaya kolonial di kawasan Menteng, Jakarta, menjadi saksi sejarah dalam mengantarkan lahirnya satu bangsa baru.


Fragmen Rengasdengklok: Ompol Guntur dan Revolusi Jerami

Fragmen Rengasdengklok: Ompol Guntur dan Revolusi Jerami

Revolusi akan dimulai pukul 12.00 WIB, 16 Agustus. Sekitar 15 ribu orang akan menyerbu Jakarta. Asap terlihat membubung.


Pisau Kaum Muda untuk Sukarno: Seteru di Pintu Zaman Baru

Pisau Kaum Muda untuk Sukarno: Seteru di Pintu Zaman Baru

Rumah Sukarno gulita. Ia dikelilingi para pemuda dengan gestur mengancam. Di puncak ketegangan, kilat belati terlihat.


Menuju Merdeka: Sebaran dan Gerakan Pemuda Radikal di Menteng

Menuju Merdeka: Sebaran dan Gerakan Pemuda Radikal di Menteng

72 jam menuju Indonesia merdeka, para pemuda bergerak kian kemari, menggelar rapat gelap, menyusun rencana dalam senyap.


Revolusi: Pemuda Bersiap Mengepung Jakarta

Revolusi: Pemuda Bersiap Mengepung Jakarta

Komunikasi terjalin absurd antara Pasukan Pembela Tanah Air, kaum pemuda, dan gerombolan kriminal kota. Demi revolusi.