Bom Rakitan Meledak di Kementerian Hukum Filipina Jelang Pidato Presiden Marcos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bom. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bom. Foto: Shutter Stock

Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina pada Senin (27/7) dini hari. Beberapa jam kemudian, aparat juga menemukan benda yang diduga bom di dekat gedung Senat Filipina.

Menurut keterangan otoritas, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Insiden terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan tahunan.

Kepala Kepolisian Nasional Filipina Jose Melencio Nartatez Jr mengatakan ada kemungkinan kuat kedua insiden tersebut saling berkaitan.

"Ada kemungkinan besar bahwa kedua insiden ini berhubungan," kata Nartatez seperti dikutip dari AFP.

Ia mengakui kepolisian telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman bom maupun aksi teror lainnya. Namun, sebuah alat peledak tetap berhasil meledak di depan gedung Kementerian Kehakiman.

"Kami memiliki rencana kontinjensi untuk ancaman bom, pengeboman, dan berbagai kemungkinan lainnya. Namun, sesuatu berhasil lolos dan meledak di depan Departemen Kehakiman," ujarnya.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki kekuatan ledakan bom tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan sehingga belum dapat memastikan seberapa besar atau kecil ledakannya," kata juru bicara Kepolisian Manila Philipp Ines kepada AFP.

Foto-foto yang beredar di media lokal memperlihatkan kaca depan sebuah kendaraan retak akibat ledakan serta puing-puing yang berserakan di sekitar lokasi.

Sementara itu, benda yang diduga bom ditemukan di sebuah jalan di samping gedung Senat sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Benda mencurigakan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang sopir truk derek kepada petugas keamanan.

Tim penjinak bahan peledak kemudian mengamankan sejumlah barang dari lokasi, termasuk detonator, jam, dan sebuah toples berisi bubuk berwarna cokelat untuk diuji lebih lanjut.

Juru bicara kepolisian wilayah, Hazel Asilo, belum dapat memastikan daya ledak yang mungkin dihasilkan oleh perangkat tersebut.

Pidato kenegaraan Marcos tahun ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan politik di Filipina. Wakil Presiden Sara Duterte tengah menghadapi sidang pemakzulan, sementara pemerintahan Marcos juga mendapat sorotan menyusul dugaan korupsi dalam proyek-proyek pengendalian banjir fiktif.