Bongkar Pasang Danjen Kopassus: 3 Kali Ganti dalam 4 Bulan
ยทwaktu baca 4 menit

Jabatan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) tidak pernah bertahan lama di masa kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Setidaknya sejak ia menjabat panglima TNI pada 17 November 2021, sudah tiga kali Danjen Kopassus berganti.
Pergantian pertama ialah dari Mayjen Mohamad Hasan ke Mayjen Teguh Muji Angkasa. Keputusan mutasi itu tertuang pada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1029/XI/2021 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Surat itu diteken 17 November 2021.
Andika mengatakan, pergantian tersebut merupakan hasil dari rapat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) yang digelar September. Sudah diputuskan dan baru diumumkan pada 17 November 2021.
"Kalau yang mutasi kemarin Skep Panglima TNI sebetulnya Wanjakti sudah selesai September. Wanjakti itu normalnya 3 bulan sekali, terakhir September kemarin. Yang keluar kemarin hasil Wanjakti pada September termasuk yang mas dengar kemarin Danjen Kopassus jadi Pangdam Iskandar Muda di Aceh," kata Andika Perkasa di Mabesal, Senin (22/11/2021).
Teguh tidak lama menjabat sebagai Danjen Kopassus. Sebab pada 21 Januari 2022, ia kembali mendapat tugas baru.
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/66/I/2022 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI, ia ditugaskan sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih.
Posisi Danjen Kopassus yang ditinggalkan Teguh diisi oleh Brigjen Widi Prasetijono yang sebelumnya menjabat Kasdam IV/Diponegoro. Alumnus Akademi Militer (Akmil) 1993 itu diketahui merupakan mantan ajudan Jokowi saat baru dilantik sebagai Presiden RI.
Widi yang kini telah berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) juga tidak lama menempati jabatan Danjen Kopassus. Andika menggantinya dengan Brigjen Iwan Setiawan yang sebelumnya menjabat Waaslat KSAD bidang Kermamil.
Rotasi jabatan ini dibenarkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna. Meski begitu ia mengatakan belum ada serah terima yang dilakukan pihak TNI AD terkait mutasi tersebut.
Tatang menegaskan mutasi adalah hal yang lumrah terjadi di lingkungan TNI. Hal itu dilakukan tak lain untuk mendukung regenerasi hingga pembinaan karier dari tiap prajurit di lingkungan TNI.
Brigjen Iwan merupakan lulusan dari Akmil 1992 dari kecabangan infanteri Kopassus. Danyon 22/Grup 2/Kopassus pada 2008 menjadi tugas pertama yang dijalankan pria kelahiran Bandung, Jawa Barat itu. Sejumlah jabatan pimpinan pernah diemban oleh Iwan sepanjang kariernya.
Pria kelahiran 16 Februari 1968 itu juga merupakan salah satu perwira yang ikut serta dalam tim gabungan ekspedisi Mount Everest-Nepal yang digagas dan dibentuk Prabowo Subianto pada 1997.
Kala itu, Iwan masih berpangkat Lettu, sementara Prabowo sebagai Danjen Kopassus. Iwan naik Everest bersama sejumlah prajurit Kopassus dan pendaki lainnya.
Lepas Tugas Danjen Kopassus, Mayjen Widi Prasetijono Jabat Pangdam Diponegoro
Widi yang sebelumnya duduk sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen Teguh Muji Angkasa, kini dipercaya Andika untuk mengisi posisi Pangdam IV/Diponegoro.
Widi menggantikan Mayjen Rudianto yang mendapat tugas baru sebagai Irjenad.
Mutasi Widi itu tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/271/III/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.
Dalam surat yang ditandatangani dan berstempel Kepala Sekretariat Umum Brigjen Edy Rochmatullah pada 25 Maret 2022 itu, total ada 113 perwira tinggi yang dimutasi.
Masih dalam surat yang sama, Andika pun langsung menunjuk pengganti Widi yakni Wakil Kepala Latihan Kepala Staf Angkatan Darat (Waaslat KSAD) bidang Kerja Sama Militer (Kermamil) Brigjen Iwan Setiawan sebagai Danjen Kopassus.
Mayjen Widi: Dekat Jokowi, 3 Bulan Danjen Kopassus, Kini Pangdam Diponegoro
Sosok Widi Prasetijono memang salah satu yang mencuri perhatian. Widi merupakan salah satu ajudan Presiden Jokowi di awal masa jabatan. Saat itu, Widi masih berpangkat kolonel.
Pilihan Andika Perkasa menempatkan Widi sebagai Danjen Kopassus itu karena unsur kedekatan dan kepercayaan Jokowi sebagai bagian dari lingkaran Istana.
Bila dilihat dari tugas barunya ini, Widi juga tak jauh dari Jokowi. Kodam IV/Diponegoro memiliki wilayah kerja di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Lantas bagaimana sepak terjang Mayjen Widi Prasetijono?
Pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, itu mengawali karier militernya pertama dengan mengenyam bangku pendidikan di Akademi Militer (Akmil) tahun 1993.
Rampung menjalani pendidikan kemiliterannya, Perwira tinggi TNI AD itu tercatat pernah menduduki beberapa posisi penting di TNI AD.
Posisi yang pernah diembannya yakni Letnan Dua Pama Pussenif (1993); Danton Grup 2 Kopassus (1995); Kasilog Grup 1 Kopassus (2003); Letnan Kolonel Danyonif 400/Raider (2009-2010); Dandim 0735/Surakarta (2011-2012); Pabandya-1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad (2012-2014); Kolonel Ajudan Presiden Joko Widodo (2014-2016).
Selanjutnya Danrindam III/Siliwangi (2016-2017); Danrem 074/Warastratama Surakarta (2017-2018); Brigadir Jenderal Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (2018-2020); Kasdam IV/Diponegoro (2020-2022); Mayor Jenderal Danjen Kopassus (2022); Pangdam IV/Diponegoro (2022-Sekarang).
