BOR di Jakarta Turun, tapi Tidak dengan Angka Kematian

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara suasana pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara suasana pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

PPKM di Jakarta kembali memasuki masa perpanjangan sampai 2 Agustus. Hal itu dilakukan karena penularan corona belum sepenuhnya terkendali.

Saat ini, okupansi rumah sakit di Jakarta mengalami penurunan. Tercatat per 18 Juli okupansi bed isolasi di RS Jakarta terisi 87% dan ICU 93%.

Jika dibanding pada tingkat okupansi di 11 Juli, bed isolasi saat itu mencapai 92%. Sedangkan ICU terisi 95%.

Selang beberapa hari, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, saat ini okupansi bed isolasi turun menjadi 77%.

kumparan post embed

"Secara umum memang ini ada perbaikan tempat tidur sudah turun 77% yang terpakai," ujar Riza di kawasan Tebet, Sabtu (24/7)

Selain itu, okupansi bed ICU juga turun menjadi 88%. Pada data per-18 Juli, okupansi ICU Jakarta masih di angka 93%.

"Ruang ICU sudah turun sebelumnya mencapai 95% terpakai, turun jadi 88%. Kami terus meningkatkan dari berbagai fasilitas rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, oksigen obat-obatan vitamin semua perlengkapan kami upayakan yang terbaik," ujar Riza.

Kalau dilihat dari tren kasus COVID-19 di Jakarta perlahan sudah mulai melandai. Saat ini kasus harian COVID-19 di Jakarta berhasil ditekan sampai 5.393 kasus per hari.

Foto udara warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Salah satu yang masih harus dipikirkan dengan baik, yakni angka kematian karena COVID-19 yang masih naik-turun dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, angka pemakaman protap COVID-19 juga tidak kalah tinggi. Bahkan masih naik turun di angka 100-200 kasus per harinya.

Dikutip dari corona.jakarta.go.id, sejak 19-25 Juli 2021 saat PPKM Darurat diberlakukan di Jakarta, jumlah pasien corona yang meninggal tertinggi terjadi pada 20 Juli 2021. Saat itu mencapai 256 orang dalam sehari.

Begitu juga dengan pemakaman protap COVID-19. Angka tertinggi terjadi pada 19 Juli 2021, yakni 285 orang yang dimakamkan.

Angka kematian dan pemakaman protap COVID-19 di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Berikut data meninggal dan pemakaman protap COVID-19 dari 19-25 Juli 2021:

Pasien COVID-19 Meninggal:

19 Juli: 242 orang

20 Juli: 265 orang

21 Juli: 82 orang

22 Juli: 173 orang

23 Juli: 156 orang

24 Juli: 160 orang

25 Juli: 152 orang

Pemakaman Jenazah Protap COVID-19:

19 Juli: 285 orang

20 Juli: 240 orang

21 Juli: 229 orang

22 Juli: 176 orang

23 Juli: 184 orang

24 Juli: 198 orang

25 Juli: 137 orang