Bos Ferrari Bar Tak Berniat Bunuh Mara Salem: Perintah Saya Beri Shock Therapy

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polda Sumut saat mengungkap kasus pembunuhan Mara Salem. Foto: Polda Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Polda Sumut saat mengungkap kasus pembunuhan Mara Salem. Foto: Polda Sumut

Polda Sumut mengungkap otak pembunuhan Pemred Lassernewstoday, Mara Salem (43), yang tewas ditembak di dalam mobil. Pelaku ternyata bos tempat hiburan malam, Ferrari Bar and Resto berinisial S (57).

S mengaku tak berniat membunuh Mara Salem. Ia hanya ingin memberi pelajaran kepada korban. Sebab tempat bisnisnya terus diberitakan mengedarkan narkoba. Padahal S memberi jatah bulanan Rp 12 juta kepada korban.

Dia lalu meminta bantuan karyawannya Y (31) dan oknum TNI berinisial A untuk memberi pelajaran ke Mara Salem.

“Sebenarnya saya perintahkan shock therapy. Cuma saya katakan (korban) ini kerap membuat rusuh. Kalau enggak dibedil (ditembak), tidak ada rasa takutnya,” ujar S saat ditanya Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra, saat konpers pada Kamis, (24/6).

Polisi saat menyelidiki kematian Mara Salem. Foto: Dok. Istimewa

Setelah menerima perintah, Y dan A dengan mengendarai sepeda motor menunggu korban pulang ke rumah.

Y dan A menunggu korban pulang di Nagari Karang Anyer, Kabupaten Simalungun pada Jum’at (18/6). Lalu sekitar pukul 23.30 WIB, kedua pelaku menghampiri korban yang mengendarai mobil dan menembaknya hingga tewas. Pelaku yang diduga menembak merupakan A.

Atas perbuatanya, S mengaku menyesal dan siap bertanggung jawab.

“Jadi di sini kami menyesal dengan perbuatan kami, kepada media, cetak dan online saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya.