Bos Tentara Bayaran Wagner Ancam Rusia: 25 Ribu Anggota Kami Siap Mati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar dari video yang dirilis oleh pasukan tentara bayaran Grup Wagner Rusia menunjukkan pemimpinnya Yevgeny Prigozhin membuat pengumuman mendadak dan dramatis pada hari Jumat 5 Mei 2023 bahwa pasukannya akan meninggalkan kota Bakhmut di Ukraina. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Gambar dari video yang dirilis oleh pasukan tentara bayaran Grup Wagner Rusia menunjukkan pemimpinnya Yevgeny Prigozhin membuat pengumuman mendadak dan dramatis pada hari Jumat 5 Mei 2023 bahwa pasukannya akan meninggalkan kota Bakhmut di Ukraina. Foto: Reuters

Tentara bayaran Rusia, Wagner Group, memberontak. Mereka berjanji untuk menumbangkan kepemimpinan di Kementerian Pertahanan.

Bos Wagner, Yevgeny Prigozhin, menegaskan puluhan ribu anggotanya siap bertempur melawan Rusia. Prigozhin dulunya dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Presiden Vladimir Putin.

"Semua dari kami siap mati. Seluruh dari 25 ribu dan 25 ribu lainnya," ucap Prigozhin dalam sebuah pesan suara di saluran telegram seperti dikutip dari AFP.

"Kami mati untuk rakyat Rusia," sambung dia.

Pertikaian Wagner dan militer Rusia dipicu tuduhan Prigozhin bahwa tentara Moskow membantai pasukannya. Rusia balik menuding Prigozhin dan Wagner menolak perintah.

Kini, Rusia telah memulai investigasi kriminal terhadap Prigozhin. Surat penangkapan terhadap Prigozhin juga sudah dikeluarkan.

Saat ini keamanan di Rusia khususnya di ibu kota Moskow diperketat terkait laporan pemberontakan Wagner. Tentara Wagner bahkan dilaporkan telah masuk ke wilayah selatan Rusia.