Bos Wagner Group Hilang Usai Pemberontakan Tentara Bayaran Rusia Gagal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yevgeny Prigozhin, pemilik perusahaan militer Grup Wagner. Foto: Prigozhin Press Service via AP
zoom-in-whitePerbesar
Yevgeny Prigozhin, pemilik perusahaan militer Grup Wagner. Foto: Prigozhin Press Service via AP

Keberadaan bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, samar usai pemberontakan di Rusia berakhir pada Minggu (25/6).

Wagner memberontak pada Sabtu (24/6). Pemberontakan Wagner ditujukan untuk mencopot kepemimpinan Kementerian Pertahanan dan Militer Rusia yang dianggap kelompok tentara bayaran itu tak kompeten.

Pemberontakan usai setelah Rusia dan Wagner Group meneken kesepakatan. Jubir Kremlin Dmitry Peskov menyebut, isi perjanjian itu termasuk menghapus dakwaan kriminal terkait pemberontakan yang dilakukan Prigozhin.

Prigozhin juga diizinkan tinggal di pengasingan di negara tetangga Rusia, Belarusia.

Rusia juga memastikan tentara Wagner yang memberontak, tidak akan dipidana.

Sementara itu Prigozhin terkahir kali terlihat di Rostov pada Sabtu kemarin. Prigozhin nampak meninggalkan Rostov menggunakan SUV.

Sampai sekarang tidak ada yang tahu di mana Prigozhin. Ia juga tidak mengunggah pesan apa pun di saluran telegram seperti yang biasa dilakukannya.

Rusia juga tidak berkomentar terkait keberadaan Prigozhin setelah pemberontakan.

Pemberontakan dipicu oleh Prigozhin yang menolak perintah menempatkan tentara Wagner di bawah komando Kemhan Rusia. Ia kemudian memberontak karena dugaan Rusia membantai tentara Wagner lewat udara.

Kemhan Rusia membantah tuduhan membantai Wagner.