BP Haji: Wukuf Jadi Momen Refleksi, Sudahkah Rezeki Kita Halal?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Seluruh jemaah haji sudah berada di Arafah untuk menjalani wukuf sebagai bagian utama rangkaian haji. Ada banyak hal yang bisa diambil dari wukuf kali ini.

Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, wukuf di Arafah merupakan momen setiap jemaah untuk berdoa, merenung, dan berkontemplasi atas apa yang sudah dijalani selama ini. Termasuk, memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.

"Wukuf di Arafah ini adalah puncak ibadah haji itu tersendiri. Banyak makna yang bisa dipetik dari wukuf. Salah satunya adalah ketika wukuf dulu, Rasulullah menerima wahyu terakhir, yaitu Surat Al-Maidah ayat 3. Setidaknya ada beberapa pesan penting yang disampaikan Allah melalui Rasulullah," kata Dahnil di Arafah, Arab Saudi, Kamis (5/6).

Suasana di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Salah satunya pesan agar memakan makanan yang halal. Dahnil menilai, ini bisa dimaknai, wukuf bisa menjadi sarana umat Islam atau para jemaah haji itu merefleksikan dirinya.

"Apakah selama ini makanan, rezeki kita itu sudah halal? Inilah tempat melakukan kontemplasi yang tepat," ujar dia.

Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak di Arafah. Foto: Moh Fajri/kumparan

Selain itu, wukuf bisa menjadi momentum untuk agar semua umat Islam dapat menghadirkan dan menerapkan akhlak Islami dalam kehidupan.

"Yang paling penting berharap seluruh jemaah haji melakukan kontemplasi apa yang sudah dilakukan setelah jemaah haji bisa berhaji. Jadi haji mabrur tercermin dari perilaku kita sehari-hari, bagaimana kualitas hubungan sosial sehari-hari," ucap dia.