BP2MI Cari Tempat Kerja Nazwa untuk Bantu Biaya Pemulangan Jenazah dari Kamboja
·waktu baca 2 menit

Kepala Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sumatera Utara, Harold Hamonangan, menuturkan pihaknya akan membantu mencari perusahaan tempat Nazwa Aliya (19) bekerja sebagai upaya untuk membantu biaya pemulangan jenazah Rp 138 juta.
Nazwa adalah warga Kabupaten Deli Serdang yang dikabarkan tewas di Kamboja usai pamit wawancara kerja ke Kota Medan pada Selasa (12/8).
“Tapi yang jelas Pemkab Deli Serdang tak punya alokasi (dana) untuk pemulangan tadi kami coba kontak ke Deli Serdang sepertinya tidak ada alokasi pemulangan dari Kamboja,” kata Harold pada Kamis (21/8).
“Sepertinya ya, ini kayaknya ini yang akan dikomunikasikan dengan KBRI, Kemenlu atau (kita cari) dapatkan perusahaannya nanti di sana gitu kan, atau memang ada perusahaannya atau tidak ada, seperti Azwar (korban tewas di Kamboja kasus sebelumnya) kemarin,” sambungnya.
Sebelumnya, ibu Nazwa, Lanniari Hasibuan (53), menyebut bahwa ia dikabarkan oleh KBRI bahwa biaya proses pemulangan jenazah Nazwa membutuhkan uang senilai Rp 138 juta.
Namun, jika Nazwa dimakamkan di Kamboja, maka biayanya Rp 50-60 juta.
“Kalau untuk kepulangan saat ini jelas dari sana seperti Azwar ya, bahwa kami nggak bisa membiayai ya. Tapi kalau sudah tiba di Sumut itu bisa kita fasilitasi ya artinya biaya bisa kita bantu,” kata dia.
“Kalau dari sana, Kamboja, itu di luar kewenangan kami, jadi itu nanti kami juga sedang tanya seperti apa dari KBRI karena yang jelas memang akan kemungkinan biaya tinggi,” sambungnya.
Nazwa sebelumnya pergi dari rumah pada Kamis (29/5) sekitar pukul 4.30 WIB. Ia meninggalkan ibunya yang masih tertidur. Namun, malam sebelumnya, ia sudah pamit hendak wawancara kerja di salah satu bank swasta di Kota Medan.
Namun, ibu Nazwa memiliki firasat tak enak. Ia pun menghubungi Nazwa dan tiba-tiba saja Nazwa sudah di Thailand.
Saat di bandara di Thailand, Nazwa mengaku akan ditemui oleh pria bernama Chris yang merupakan teman ibu Nazwa saat di Malaysia. Katanya, ia akan melanjutkan perjalanan ke Kamboja.
Chris disebut akan membangun sebuah perusahaan di Kamboja. Namun, Lanniari bilang, hal tersebut belum dapat ia pastikan.
Lanniari juga mengaku nomor ponselnya diblokir oleh Cris dan Nazwa sehingga ia tak dapat berkomunikasi dengan keduanya. Hingga pada 12 Agustus, Lanniari mendapat kabar bahwa Nazwa sudah meninggal dunia lantaran sakit.
