BPBD Manado Imbau Masyarakat Tak Panik Imbas Gempa Mindanao Berpotensi Tsunami

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gempa bumi. Foto: MuhsinRina/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa bumi. Foto: MuhsinRina/shutterstock

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga mengimbau masyarakat di kotanya tidak panik terkait gempa 7,6 di Mindanao, Filipina, yang berpotensi tsunami.

"Masyarakat jangan panik, sembari kami memantau kondisi yang terjadi," ujar Donald, dalam keterangannya, Jumat (10/10).

Donald mengatakan institusinya kini masih melakukan pemantauan di daerah sekitar pesisir.

"Kami masih memantau secara meluas dengan informasi dari BMKG ini tentu lewat aparat kami di kecamatan, di kelurahan untuk memantau kondisi terjadi di wilayah masing-masing lalu lewat medsos informasi peringatan ini upaya mitigasi dan sosialisasikan seperti apa harus kita bersikap," kata Donald.

PUsat gempa di Filipina, Jumat (10/10/2025) yang berdampak hingga Indonesia. Foto: Dok. BMKG

Donald mengatakan meski Manado berada di pesisir pantai, namun informasi yang dia dapatkan kotanya itu masih aman.

"Kondisi masih terkendali, aman, karena kita masih memantau di daerah sini. Karena untuk update peringatan dini ada di daerah-daerah di luar Kota Manado, di Sangihe, Minahasa Selatan dari Kota Manado sendiri masih aman," kata dia.

Gempa 7,6 Magnitudo mengguncang Mindanao, Filipina, Jumat (10/10) pagi. Getaran berpotensi tsunami ke sejumlah wilayah termasuk Indonesia.

"Peringatan Tsunami dikeluarkan oleh BMKG pasca-gempa M7.6 (BMKG) mengguncang wilayah Mindanao, Filipina pada 10 Oktober pukul 09:43:55 (Waktu Filipina)." kata BMKG dalam keterangannya.

Wilayah yang berpotensi tsunami adalah Sulawesi Utara dan Papua.

Daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan: (Potensi Tsunami dengan ketinggian maksimal 50 cm)