BPBD soal Atap Ponpes di Situbondo Ambruk: Retakan Dampak Gempa Kena Hujan Deras
·waktu baca 2 menit

Atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiyah Syafi'iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, ambruk, pada Rabu (29/10) sekitar pukul 01.00 WIB. Satu santriwati dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno, mengatakan ambruknya atap bangunan ponpes tersebut diduga akibat hujan lebat dan angin kencang.
"Serta adanya keretakan pada beberapa bagian bangunan merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi pada tanggal 25 September 2025," kata Satrio saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
Satrio menyampaikan satu santriwati meninggal dunia atas nama Putri Hemilia Oktaviantika, perempuan (13 tahun) asal Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
"Personel BPBD Provinsi Jatim dan BPBD Kabupaten Situbondo melakukan assessment serta berkoordinasi dengan pihak terkait," katanya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan mengatakan total ada 19 santri yang berada di kamar pondok saat peristiwa terjadi.
Dari 19 santriwati, 14 orang di antaranya mengalami luka ringan, 4 orang dirawat di rumah sakit dan 1 orang meninggal.
"Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal," katanya.
Tim Inafis Polres Situbondo saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP untuk mengetahui penyebab pasti belasan santri yang mengalami luka-luka dan satu di antaranya meninggal.
Santri putri meninggal dunia adalah Putri, warga Dusun Rawan Desa/ Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
