BPJS Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Pria Berbobot 300 Kg Asal Tangerang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhammad Fajri, pria Tangerang berbobot 280 kg jalani pengobatan infeksi kaki.  Foto: RSUD Kota Tangerang
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Fajri, pria Tangerang berbobot 280 kg jalani pengobatan infeksi kaki. Foto: RSUD Kota Tangerang

Pria berbobot 300 kilogram asal Tangerang, Muhammad Fajri (26), kini tengah menjalani perawatan intensif sejak 9 Juni 2023 lalu di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Direktur RSCM Lies Dina Liastuti mengatakan seluruh biaya pengobatan Fajri ditanggung oleh negara.

“Alhamdulillah, Dirut BPJS sudah datang ke sini, beliau mengatakan kasus ini ditanggung BPJS, jadi pasien tidak perlu khawatir untuk pembiayaannya karena sepenuhnya dijamin BPJS,” kata Lies dalam konferensi pers di gedung RSCM, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (14/6).

Fajri sebelumya terpaksa harus bed rest di rumahnya di kawasan Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, karena kesulitan bergerak.

Setelah diperiksa, rupanya kondisi Fajri sudah sangat memprihatinkan karena tidak lagi memiliki kemampuan untuk telentang.

Konferensi pers perawatan pasien obesitas dengan bobot 300 kg di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Fajri kemudian dievakuasi oleh BPBD Ciledug. Proses evakuasi cukup dramatis, BPBD harus membobol pintu rumahnya untuk memasukkan alat berat. Fajri kemudian dievakuasi menggunakan forklift selama dua jam dan dibawa ke RSUD Kota Tangerang dengan mobil pikap terbuka.

RSCM modifikasi ruang perawatan Fajri

Karena kurangnya tim dokter spesialis di RSUD Tangerang, Fajri kemudian dirujuk ke RSCM. Prosesnya tidak mudah, RSCM juga harus memodifikasi ruangan dengan membobol pintu khusus untuk Fajri.

“Karena kondisi yang sangat luar biasa itu kami tidak bisa merawat di ruang rawat biasa, kami menyiapkan ruang rawat khusus satu ruangan hanya untuk yang bersangkutan, dan tidak bisa di tempat tidur karena berat badan yang tidak memungkinkan,” tutur Lies.

Mobil ini digunakan untuk membawa Fajri ke RSCM. Foto: Dok. Istimewa

“Alat alat untuk ICU kita tarik untuk ditaruh di sana untuk dimonitor all out untuk pasien tersebut. Jadi untuk pasien tersebut seluruh perawatan kita tarik ke ruangan tersebut dengan memodifikasi ruangannya, kita membobol pintu dan sebagainya,” lanjut Lies.

Fajri kini ditangani oleh 11 dokter spesialis yang terdiri dari spesialis jantung, spesialis paru, ahli gizi, spesialis penyakit dalam, neurologis, hingga psikiater. Tim ini dikepalai oleh Spesialis Anestesi, dokter Sidharta Kusuma.

“Ruangannya cukup luas kira-kira 6x6 meter dengan kamar mandi dalam. Cuma kamar mandi dalam dipakai petugas kesehatan di situ. Ada ventilator, obat infus yang cukup banyak dan monitoring curah jantung kemudian bed-nya memang kita modifikasi terima kasih bagian teknik membantu kami sehingga dia dalam posisi kepala agak sedikit naik ya, itu posisi ideal untuk perawatan ICU,” kata Sidharta, di lokasi yang sama.

Saat ini tim dokter tengah fokus melakukan observasi terhadap kondisi dan organ dalam tubuh Fajri. Hasil temuan awal, Fajri didiagnosis mengalami infeksi kulit dan paru-paru. Oleh sebab itu, Fajri masih menggunakan ventilator.

Setelah kondisi tubuh Fajri normal, dokter akan fokus melakukan terapi dan langkah lain untuk menurunkan berat badan.