BPOM Disebut Izinkan Penggunaan Vaksin DBD Buatan Jepang Takeda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin takeda. Foto: diy13/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin takeda. Foto: diy13/Shutterstock

Perusahaan farmasi asal Jepang, Takeda, mengumumkan jika vaksin demam berdarah produksi mereka telah mendapat persetujuan dari BPOM untuk digunakan di Indonesia.

Dalam pers rilisnya, dikutip Selasa (23/8), Takeda menyebut BPOM memberikan izin penggunaan vaksin demam berdarah produksi mereka untuk penduduk berusia enam tahun hingga 45 tahun.

Vaksin itu diberi nama QDENGA. Ini menjadi vaksin demam berdarah pertama dan satu-satunya yang penggunaannya disetujui di Indonesia.

"Penggunaan QDENGA harus sesuai dengan rekomendasi resmi. QDENGA adalah satu-satunya vaksin demam berdarah yang disetujui di Indonesia untuk digunakan pada individu tanpa perlu pengujian pra-vaksinasi," tulis keterangan Takeda.

Presiden Unit Bisnis Vaksin Takeda, Gary Dubin, mengatakan penyakit DBD dapat menyerang siapa saja. Oleh sebab itu, mereka berusaha membuat vaksin agar penyakit demam berdarah dapat dicegah.

“Mengembangkan vaksin demam berdarah yang inovatif ini merupakan tantangan yang menarik, dan persetujuannya di Indonesia merupakan pencapaian penting bagi Takeda dan kesehatan masyarakat," kata Dubin.

"Kami bangga memperkenalkan QDENGA sebagai alat pencegahan demam berdarah baru kepada masyarakat Indonesia, dan kami akan terus bekerja sama dengan badan pengatur tambahan untuk membuat QDENGA tersedia secara global," lanjut dia.

Ilustrasi vaksin takeda. Foto: diy13/Shutterstock

Meski tidak ada uji klinis di Indonesia, QDENGA mendapat persetujuan karena sudah selama tiga tahun mereka uji coba sampai fase tiga terhadap vaksin ini.

Total ada 20.000 anak dan remaja sehat berusia empat hingga 16 tahun yang tinggal di daerah rawan demam berdarah di Asia dan Amerika Latin ikut dalam uji coba itu.

Hasilnya, vaksin QDENGA mampu memberikan perlindungan menyeluruh yang berkelanjutan terhadap penyakit demam berdarah dan rawat inap tiga tahun setelah vaksinasi.

Selain itu, QDENGA tidak mempunyai risiko kesehatan yang berbahaya selama uji coba hingga saat ini.