BPOM: Efikasi Vaksin Corona Zifivax 77,47% terhadap Varian Delta

7 Oktober 2021 14:42
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
BPOM: Efikasi Vaksin Corona Zifivax 77,47% terhadap Varian Delta (76315)
searchPerbesar
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Vaksin corona Zifivax yang dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China telah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
ADVERTISEMENT
Kepala BPOM Penny Lukito mengungkapkan vaksin ini memiliki efikasi cukup baik terhadap berbagai varian corona, termasuk Delta hingga Alpha.
"Vaksin menunjukkan efikasi terhadap varian Sars-CoV-2 terhadap varian Alpha 92,93 persen, varian Gamma 100 persen, Delta 77,47 persen dan Kappa 90 persen," ucap Penny dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/10).
BPOM: Efikasi Vaksin Corona Zifivax 77,47% terhadap Varian Delta (76316)
searchPerbesar
Vaksin corona buatan Anhui Zhifei Longcom Pharmaceutical, China, telah mendapat EUA BPOM dengan merek Zifivax. Foto: dok Kemlu.go.id
Keempat varian yang disebutkan Penny sudah ditetapkan sebagai varian yang paling diwaspadai di dunia oleh WHO. Bahkan, di Indonesia sendiri sudah tercatat ada 3 ribu lebih kasus varian Delta, 65 kasus varian Alpha, dan 22 kasus varian Beta.
Sementara itu, Penny menyebut efikasi vaksin Zifivax secara umum sebesar 81,71 persen, yang dihitung 7 hari setelah mendapatkan vaksinasi lengkap tiga dosis. Lalu efikasi akan sedikit menurun menjadi 81,4 persen apabila dihitung 14 hari setelah pemberian lengkap.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
BPOM: Efikasi Vaksin Corona Zifivax 77,47% terhadap Varian Delta (76317)
searchPerbesar
Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
Namun, Penny memastikan angka efikasi ini masih konsisten di kisaran 81 persen.
Jika dirinci pada kelompok subgrup analisis populasi penerima vaksin, efikasi Zifivax paling besar terdapat pada lansia 60 tahun ke atas.
"Populasi dewasa usia 18-59 tahun sebesar 81,5 persen, populasi lansia di atas 60 tahun ke atas 87,6 persen, dan populasi Indonesia secara keseluruhan 79,88 persen," jelas Penny.
Pemberian vaksin Zifivax ini diperuntukkan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas, dan diberikan secara injeksi intramuscular dengan dosis 0,5 ml. Penyuntikan masing-masing diberikan sebanyak tiga kali dalam interval satu bulan.
----------
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020