BPOM Izinkan Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates: Keamanan Tinggi, Efikasi Belum Tahu
ยทwaktu baca 2 menit

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin untuk uji coba vaksin penyakit TBC yang dikembangkan oleh pendiri Gates Foundation, Bill Gates.
"Yang jelas bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan telah memutuskan, memberikan approval terhadap uji klinis fase 3 ini," kata Kepala BPOM, Taruna Ikrar, kepada wartawan, Kamis (15/5).
Taruna menjelaskan, izin itu dikeluarkan setelah sejumlah pakar yang tergabung dalam tim evaluasi obat independen melakukan penelaahan terhadap hasil uji preklinis, uji klinis fase 1, dan uji klinis fase 2, yang telah dilakukan sebelumnya.
"Hasil rekomendasinya ke Kepala Badan POM bahwa telah memenuhi semua unsur-unsur persyaratan, baik persyaratan etik, persyaratan saintifik, persyaratan keamanan, dan berdasarkan hasil review itulah, Kepala Badan POM telah mengambil keputusan memberikan approval," ujarnya.
Ia memastikan, vaksin yang akan diuji coba ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Namun, masih belum diketahui efikasi atau daya manfaatnya.
"Intinya bahwa vaksin ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi, tapi kita belum tahu efikasinya, khasiatnya, makanya perlu dilakukan uji klinis fase 3," jelas dia.
"Dan uji klinis fase 3 itu menunjukkan bahwa tahap yang terpenting, apakah efikasinya nanti di atas 50%, apakah efikasinya 60%, 70%, dan sebagainya, nanti itu yang akan membuktikan," sambungnya.
Sebelumnya, Gates Foundation berencana menjadikan Indonesia sebagai tempat uji coba vaksin TBC atau tuberkulosis yang dikembangkan oleh pendirinya, Bill Gates. Hal ini juga telah disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto.
Rencana tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian masyarakat khawatir dijadikan kelinci percobaan dalam pengujian vaksin.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tak perlu khawatir karena sebelum vaksin diberikan kepada manusia, telah melalui berbagai uji klinis. Sehingga keamanannya dapat dipastikan.
