BPPTKG: Tinggi Kolom Erupsi Gunung Merapi Kamis Pagi Capai 200 Meter

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Foto: RANTO KRESEK/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Foto: RANTO KRESEK/ANTARA FOTO

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY mengalami erupsi pada Kamis (7/1) pagi. Erupsi ditandai dengan keluarnya awan panas guguran pada pukul 08.02 WIB.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan tinggi kolom erupsi 200 meter dan mengarah ke Kali Krasak atau arah Barat Daya.

"Arahnya ke Kali Krasak dengan tinggi kolom (erupsi) 200 meter," kata Hanik dalam keterangannya, Kamis (7/1).

Tinggi kolom erupsi Gunung Merapi kurang lebih 6.000 meter dari puncak. Foto: Aloysius Jarot Nugroho/Antara Foto

Sementara amplitudo awan panas maksimal 28 mm dengan durasi 154 detik. Meski demikian, Hanik memastikan guguran awan panas ini masih dalam kategori kecil

"Dari seismik cuma 154 detik (durasi) dan amplitudo 28 mm. Masih kecil," ujarnya

Selain itu jarak luncur guguran awan panas ke bawah juga tidak teramati karena tertutup kabut.

"Kalau melihat jaraknya karena ini tidak teramati karena itu kan tertutup kabut dari atas kelihatan di pucuknya saja. Kalau melihat durasinya ini jaraknya pendek. Ya kurang dari 1 kilometer (guguran ke bawah)," terangnya.

Hingga saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada tingkat Siaga (Level III). Dengan status ini, potensi radius bahaya yaitu radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

kumparan post embed