BREAKING NEWS: Bertambah 2.277, Kasus Positif Corona di RI Kini 123.503

kumparanNEWSverified-green

Personel Satgas Mobile COVID-19 membawa pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
zoom-in-whitePerbesar
Personel Satgas Mobile COVID-19 membawa pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Breaking News - Penyebaran virus corona di Indonesia masih belum terkendali. Bahkan hari ini, Sabtu (8/8), kasus positif mengalami penambahan sebanyak 2.277 orang.

Data ini dipaparkan Satgas Penanganan COVID-19 yang dicantumkan di website kemkes.go.id. Dengan demikian, total kasus positif corona di Indonesia bertambah dari sebelumnya 121.226 menjadi 123.503 orang.

Berkali-kali Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi gelombang kedua corona.

"Jangan sampai kita masuk ke lubang kedua. Second wave yang memperlambat kita untuk pulih kembali. Kuncinya adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata Jokowi, Sabtu (8/8).

Namun, banyak pihak termasuk ahli kesehatan menilai gelombang pertama corona belum selesai, bahkan kurva semakin naik.

Personel Satgas Mobile COVID-19 membawa pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Kasus positif corona belum diiringi tes masif

Uji spesimen di Indonesia juga masih sangat fluktuatif. Meski beberapa kali sudah melampaui target Jokowi yang meminta 30 ribu tes per hari, pengujian sering anjlok, terutama saat hari libur.

Ini terjadi lantaran banyak laboratorium di luar jejaring Kemenkes yang tidak beroperasi di akhir pekan. Minimnya jumlah penguji lab dan banyaknya penguji yang terpapar corona juga menjadi alasan lainnya.

Saat ini, Indonesia tengah menunggu uji klinis tahap tiga vaksin corona yang dikembangkan China, Sinovac. Jika lolos uji, vaksin ini nantinya akan diproduksi oleh perusahaan Indonesia, Bio Farma, pada awal 2021.

Infografik Tahapan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac. Foto: Chia Aulia/kumparan

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Saksika video menarik di bawah ini: