BRI Berikan Kredit Usaha untuk TKI di Malaysia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirut BRI Suprajarto memberikan KUR untuk TKI (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Dirut BRI Suprajarto memberikan KUR untuk TKI (Foto: Istimewa)

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat bagi para TKI di Malaysia. Ini merupakan salah satu program BRI untuk menyediakan akses layanan perbankan bagi para pekerja migran.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan BRI juga berperan aktif dalam menyediakan dukungan finansial kepada para TKI baik sebelum mereka berangkat, saat mereka berada di luar negeri, hingga saat para tenaga kerja itu kembali ke Tanah Air.

“Bank BRI berkomitmen memberikan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri,” ujar Suprajarto di Stadium Perpaduan, Kuching, Malaysia, Rabu (22/11).

Penyerahan KUR dilakukan secara simbolis kepada 3 TKI purna (yang telah kembali dari luar negeri) yang berasal dari Kalimantan Barat, disaksikan Presiden RI Joko Widodo, Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, dan Konjen RI untuk Kuching Jahar Gultom.

Malaysia merupakan salah satu negara dengan TKI paling banyak. Data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat hingga pertengahan 2017, dari 3,4 juta TKI yang bekerja di luar negeri, 1,8 juta TKI di antaranya berada di Malaysia.

Pada pertengahan September 2017 lalu, Bank BRI telah menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur terkait penyediaan jasa layanan perbankan melalui Kartu Pekerja Indonesia Malaysia (KPIM).

Selang satu bulan setelahnya, yakni pada Oktober 2017 lalu BRI juga bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menerbitkan Kartu Pekerja Indonesia (KPI) Taiwan.

Suprajarto mengatakan sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, para TKI dapat mengajukan KUR BRI untuk TKI yang merupakan pembiayaan dengan plafon maksimal Rp 25 Juta, yang digunakan untuk mengganti biaya dokumen, kesehatan, pelatihan, kompetensi serta pemberangkatan TKI.

Saat TKI di luar negeri, KUR juga dapat diberikan untuk keluarga para TKI yang ditinggalkan di Indonesia. Setelah kembali ke Indonesia, TKI juga dapat mengajukan KUR BRI sebagai modal usaha mereka setelah kembali ke Indonesia.

"Sejak KUR skema baru diluncurkan pada Agustus 2015 hingga pertengahan November 2017, BRI telah menyalurkan KUR untuk TKI sebesar Rp.166,6 miliar kepada lebih dari 13 ribu TKI. Secara keseluruhan, BRI menargetkan penyaluran KUR hingga akhir 2017 Rp 71,2 Triliun," katanya.

Menurut Suprajarto, sejak tahun 2010 BRI bekerja sama dengan OJK dan BI terus memberikan ddukasi literasi keuangan di kantong-kantong TKI di Indonesia. Bersama dengan BNP2TKI, BRI juga menggelar pelatihan untuk TKI yang akan berangkat ke luar negeri.

Tidak hanya untuk TKI yang akan berangkat saja, BRI juga peduli terhadap mantan TKI yang telah kembali ke Indonesia. Beberapa di antaranya dengan pemberian KUR BRI serta melalui program Desa Migran Produktif (Desmigratif).

“Harapannya, dengan pemberdayaan yang diberikan oleh BRI bisa meningkatkan kualitas dan kapabilitas TKI sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan, baik bagi TKI itu sendiri dan keluarganya,” ujarnya.