BRICS Kecam Serangan di Iran dan Gaza
ยทwaktu baca 2 menit

Negara anggota BRICS mengecam serangan mengecam serangan di Gaza dan Iran dalam KTT BRICS yang digelar di Brasil pada Minggu (6/7) waktu setempat. Sejak 2024 Indonesia bergabung dengan BRICS.
"Serangan ke infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir yang damai di Iran merupakan pelanggaran hukum internasional," kata Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dikutip dari Reuters, Senin (7/7).
BRICS juga menyampaikan kekhawatiran mendalam atas serangan Israel di Gaza dan dampaknya terhadap warga Palestina. Tak hanya Gaza, BRICS turut mengecam apa yang mereka sebut sebagai serangan teroris di Kashmir, India.
Lebih lanjut, Lula da Silva menyebut BRICS sebagai pewaris Gerakan Non-Blok. Gerakan Non-Blok ini didirikan pada 1 September 1964 dan beranggotakan sekitar 100 negara -- termasuk Indonesia, yang menyatakan tidak beraliansi dengan kekuatan besar apa pun di era Perang Dingin.
"BRICS adalah pewaris Gerakan Non-Blok. ," ungkapnya.
BRICS juga mendesak reformasi lembaga global seperti Dewan Keamanan PBB dan Dana Moneter Internasional (IMF).
"Jika tata kelola internasional tidak mencerminkan realitas multipolar baru di abad ke-21, maka BRICS harus membantu memperbaruinya," katanya.
BRICS merupakan kelompok negara berkembang yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Indonesia bersama Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, bergabung kemudian.
Presiden Xi Jinping memilih tidak hadir dan mengutus Perdana Menteri Li Qiang untuk menghadiri KTT BRICS di Brasil. Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT BRICS secara daring karena surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional.
Hingga saat ini, ada lebih dari 30 negara yang menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dengan BRICS, baik itu sebagai anggota penuh atau mitra.
