BRIN soal Jakarta Panas Tak Biasa: Oktober, Matahari Tepat di Atas Kepala

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan payung saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan payung saat cuaca terik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penyebab panas tak normal di sejumlah wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Khususnya di Jakarta, yang suhunya bahkan sempat menyentuh 35.2 derajat celsius, Rabu (15/10).

"Kalau awal Oktober itu posisi matahari tepat di atas kepala, sudutnya 90 derajat, radiasi matahari maksimum," kata Ardhi Adhary Arbain, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN pada Kamis (16/10).

Ia mengilustrasikan sudut dari matahari dengan bumi sampai 90 derajat. Benar-benar di atas kepala warga Jakarta.

"Kalau sekarang dia di atas kepala kita, langit itu 90 derajat. Misalnya di Juni, agak miring sedikit, enggak pas di atas kepala kita, utara," tutur dia.

"Oktober itu pas di atas kepala kita," sambungnya.

Normalnya, suhu di Jakarta tak sampai 30 derajat celsius. Menurutnya, situasi tak biasa ini terjadi setahun 2 kali.

Situasi panas yang landa hampir di seluruh wilayah Indonesia. Foto: Dok. BMKG

"Bumi itu mengelilingi Matahari, ada siklusnya, di kita itu 2 kali setahun, yakni April dan Oktober. Itu memang panas panasnya dari Jakarta. Misalnya ke daerah lain Medan, Makassar beda lagi," tutur dia.

"Kita ibaratnya normal di bawah 29 derajat, kalau di atas 30, 34 dan 35, itu panas banget," kata dia.

"Ini sementara, ini gak selamanya, Oktober aja, setelahnya enggak sepanas ini," sambungnya.