Bripda Waldi Samarkan Sosoknya, Pakai Wig Mondar-mandir di Rumah Erni

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Erni Yuniati dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo, korban pembunuhan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Erni Yuniati dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo, korban pembunuhan. Foto: Dok. Istimewa

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, mengungkapkan bahwa Bripda Waldi Aldiyat (22 tahun), Propam Polres Tebo, mencoba menyamarkan sosoknya dengan cara memakai wig.

Itu terjadi setelah Waldi membunuh Erni Yuniati (37), dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.

Pembunuhan itu terjadi di rumah Erni di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi, Sabtu dini hari (1/11).

Anggota Propam Polres Tebo, Bripda Waldi Aldiyat yang membunuh dosen bernama Erni Yuniati. Foto: Dok. Istimewa

"Pelaku menggunakan wig setelah terjadi pembunuhan. Wig digunakan pelaku untuk menutupi identitas dirinya saat aksinya memindahkan motor dan mobil korban," kata Natalena saat dihubungi kumparan, Senin (3/11).

Mengapa Waldi memindahkan mobil-motor?

"Agar terkesan bahwa telah terjadi pembunuhan dari pencurian dengan kekerasan," ujarnya.

kumparan post embed
Mobil milik dosen perempuan yang dibawa kabur polisi di Jambi, di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi. Foto: Dok. Istimewa

Waldi Sebut Erni Cemburu

Waldi-Erni berkenalan sejak April 2025 melalui Instagram. Mereka tukaran nomor hp dan saling berkomunikasi. Keduanya sama-sama belum berkeluarga.

Dalam hubungan mereka berdua ini, Erni kerap memberikan uang untuk Waldi.

"Berdasarkan keterangan pelaku, korban cemburu dengan pacar pelaku dan membandingkan-bandingkan. Lalu korban menghina pelaku dengan kata-kata yang menyakitkan pelaku, maka terjadi cekcok," ujar Natalena.

kumparan post embed
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono. Foto: Dok. Istimewa