Bripka Dirgantara, Korban Ledakan Paket Petasan di Sukoharjo Masih Dirawat di RS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
eye-off
Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?
Ledakan di Sukoharjo, Polisi jadi korban.  Foto: Dok. Istimewa
Ledakan di Sukoharjo, Polisi jadi korban. Foto: Dok. Istimewa

Polisi korban ledakan paket petasan di Asrama Polri Sukoharjo Bripka Dirgantara Pradipta (35) masih menjalani perawatan intensif di RSUD Moewardi Solo.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, korban menderita luka bakar 37 persen, bukan 70 persen.

"Di korban saya baca 70 persen. Saya cek 37 persen luka bakar. Bagian atas, kaki juga ada luka terbuka," ujar Luthfi dalam jumpa pers di Mapolda Jateng, Senin (26/9).

Ia mengatakan, korban belum sadarkan diri usai dilakukan operasi. Pihaknya pun belum bisa mengambil keterangan apa pun dari korban karena kondisinya.

"Sudah dioperasi kakinya karena luka bakar 37 persen bagian atas. Lagi ditidurkan di ICU. Durung iso ngomong (belum bisa ngomong)," jelas dia.

Dalam kronologi yang dijelaskan dalam jumpa pers di Polda Jateng. Paket berisi 2 kilogram bubuk petasan itu diamankan oleh anggota Polres Surakarta 1 minggu sebelum Idul Fitri 2021.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memaparkan kronologi ledakan petasan yang terjadi di Asrama Polri Sukoharjo, Senin (26/9). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Ia menjelaskan, karena saat itu Mapolres Surakarta dalam proses pembangunan, maka korban diduga membawa barang bukti untuk diamankan sebelum akhirnya meledak malam kemarin.

"Hasil analisa sementara, Polresta Solo kan dilakukan pembangunan sejak 2021, mungkin anggota inisiatif bawa pulang. Polres kan pindah dari lama ke baru. Inisiatif bawa terus kelingan ana bb diobong mbledos (ingat ada barang bukti dibakar meledak). Ini mungkin ya, karena belum diperiksa," jelas dia.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik ataupun khawatir. Sekali lagi, Luthfi menegaskan, benda yang meledak itu merupakan petasan bukan bom.

"Saya benarkan itu bahan petasan adalah paket yang diamankan anggota kemudian kita urai oleh jibom. Kita dapati ada uceng atau sumbu petasan. Ada 6 kantong, 2 kantong sisihkan untuk barang bukti, yang 4 kita disposal tadi malam. Masyarakat tidak usah resah," kata Luthfi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan Bripka Dirgantara mengalami patah tulang bagian kaki kiri.

"Hasil observasi rumah sakit kaki kiri yang terbakar juga tidak bisa digerakan. Kemungkinan mengalami patah tulang,” ujar Alfian.