BSSN Sambangi Bareskrim Bahas Bocornya Data 279 Juta Warga di BPJS Kesehatan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyambangi Bareskrim Polri di Jakarta Selatan, Senin (27/5). Kedatangan mereka dalam rangka koordinasi masalah bocornya data 279 juta WNI.

Kepala Pusat Operasi Keamanan BSSN Brigjen TNI Ferdinand Mahulette mengatakan, pertemuan dengan Bareskrim membahas bocornya data WNI yang diduga dari BPJS Kesehatan.

“Cuma memang tadi kami pertemuan di atas untuk berbicara masalah BPJS Kesehatan,” kata Ferdinand di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/5).

Gedung baru Bareskrim Polri. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ferdinand enggan berkomentar banyak atas kasus itu. Sejauh ini BSSN dan Bareskrim masih melakukan penyelidikan.

“Itu aja yang bisa kami sampaikan bahwa sampai saat ini kami masih penyelidikan,” ujar Ferdinand.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kata Ferdinand, pihaknya dari BSSN hanya sebagai ahli. Untuk perkembangan penyelidikan, Dia juga belum mau berkomentar banyak.

“Iya kami menyampaikan dari kapasitas ahli,” tutupnya.

kumparan post embed

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus bocornya data pribadi 279 juta warga Indonesia. Data tersebut diduga dijual secara online di forum hacker Raid Forums.

Sebanyak 279 juta penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual secara online. Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon bahkan kabarnya juga jumlah gaji.