BSSN Sentil Menkominfo soal PDN Diserang Ransomware: Tak Ada Backup Data
ยทwaktu baca 2 menit

Kepala BSSN Hinsa Siburian 'menyentil' Menkominfo Budi Arie Setiadi soal serangan ransomware ke server Pusat Data Nasional (PDN). Masalahnya cukup krusial.
"Dan memang kami melihat secara umum mohon maaf Pak Menteri permasalahan utama adalah tata kelola ini hasil pengecekan kita dan tidak adanya back up," kata Hinsa dalam rapat dengan Komisi I DPR, Jakarta, Kamis (27/6).
Ia menjelaskan, backupnya yang dimaksud adalah data di PDNS 1. Sementara itu PDN di Batam juga demikian.
"Di Batam itu tidak sepenuhnya jadi. Kalau sebenarnya seharusnya kan itu diarsip. Artinya apa data yang ada di Surabaya seharusnya ada persis seperti itu juga di Batam. Jadi begitu misalnya ada gangguan di salah satu misalnya Surabaya, analognya hampir sama cuma mati listrik hidupkan genset," urainya.
"Hanya 2 persen (data yang dibackup) di Batam," imbuh dia.
Anggota Komisi I pun mempertanyakan. Mengapa bisa sampai tidak ada backup data.
BSSN pun menurutnya tak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Mungkin nanti dari Kominfo yang bisa jelaskan," tutur dia.
Data Tak Bisa Dipulihkan
Sebelumnya, Direktur Network dan IT Solution Telkom Indonesia Herlan Wijarnako memastikan bahwa data-data di Pusat Data Nasional (PDN) yang diserang ransomware sudah tidak bisa diselamatkan.
"Kita berusaha keras melakukan recovery dengan resources yang kita punya. Yang jelas data yang kena ransome ini sudah tidak bisa kita recovery," ujarnya dalam jumpa pers di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (26/6).
Serangan ransomware terjadi pada 20 Juni 2024 dini hari. Gangguan akibat ransomware pertama kali dilaporkan Imigrasi yang tak bisa optimal melayani penumpang pesawat di bandara internasional sejak pukul 04.00 WIB.
Herlan memaparkan bahwa yang pemerintah punya saat ini adalah Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), sembari menunggu PDN permanen yang sedang dibangun di Cikarang, Jabar.
Dijelaskan, PDNS 1 berada di Serpong, Tangsel, dan PDNS 2 yang berlokasi di Surabaya serta ada fasilitas cold storage di Batam.
"Jadi yang diserang ransomware adalah PDNS 2," ujar Herlan.
