Buaya 'Putih' di Kalteng Dilepas ke Taman Nasional Tanjung Puting

Buaya 'putih' seberat 1 ton dengan panjang 6 meter yang ditangkap warga sempat diamankan petugas di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalanbun, Kotawaringin Barat. Buaya tersebut saat ini sudah dilepasliarkan ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Pangkalanbun.
"Buayanya selamat dan sudah dilepas di TNTP," ucap Kepala Seksi Konservasi wilayah 2 BKSDA Kalimantan Tengah, Agung Widodo saat berbincang dengan kumparan, Kamis (11/1).

Buaya yang berukuran jumbo itu ditangkap setelah muncul di dekat pemukiman warga di bantaran Sei Arut, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (9/1). Warga kemudian menyerahkan buaya tersebut ke BKSDA pada keesokan harinya. Pada hari itu pula Buaya tersebut dilepasliarkan.

Menurut Agung, pemilihan TNTP dianggap sesuai agar buaya itu tidak kembali ke perkampungan warga. "Kalau kami lepaskan di kawasan kami itu masih menyatu satu aliran sungai, takut buaya kembali muncul di sungai lagi. Jadi kami bergerak ke Sungai Buluh,Tanjung Puting, kami lepaskan di sana," jelas Agung.

Buaya tersebut dikenal berjenis supit atau sinyulong dengan Latinnya Tomistoma schlegelii. Agus mengatakan buaya itu bukan buaya albino yang warnanya putih.
"Harus ada penelian soal putih itu, dugaan saya itu kan di daerah yang ada tambang emas karena airnya tercemar jadi mungkin bisa mengubah warna buaya itu sendiri. Tapi Ini prediksi saya yah, harus diteliti dulu," lanjut Agus.
Kemunculan buaya yang diperkirakan berukuran enam meter lebih itu mengancam keselamatan warga sekitar. Oleh karena itu, beberapa warga kemudian mencoba untuk menangkap buaya itu. Aksi penangkapan buaya itu diabadikan dalam sebuah video dan viral di media sosial.

