Budi Gunawan Ajak Pelajar Mau Divaksin: Selamatkan Diri Sendiri dan Orang Lain
·waktu baca 2 menit

Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan meninjau vaksinasi untuk pelajar di SMPN 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (21/7). Selain itu, Budi meninjau vaksinasi untuk masyarakat secara door to door di Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Gayem Sari.
Budi Gunawan mengatakan, program vaksinasi pelajar merupakan arahan Presiden Jokowi. Ia meminta para pelajar tidak takut dan mau ikut vaksinasi COVID-19.
“Selain bisa menyelamatkan diri sendiri, vaksinasi juga bisa menyelamatkan orang lain,” kata Budi Gunawan dalam keterangan tertulis.
Budi Gunawan menjelaskan, jika banyak masyarakat ikut vaksinasi, maka herd immunity segera terbentuk. Kemudian agar herd immunity segera tercapai, pemerintah menargetkan vaksinasi bisa mencapai 3 juta dosis per hari.
“Dengan target, kami mencapai herd immunity pada akhir tahun 2021 sebesar 70 persen,” ucap Budi.
Budi Gunawan menambahkan, Semarang dipilih sebagai lokasi vaksinasi ini karena merupakan bagian dari episentrum. Selain itu, tingkat vaksinasi di Semarang masih rendah.
“Seperti yang diketahui, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah dengan data positif tertinggi ketiga nasional, setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Budi.
Mantan Wakapolri itu juga meminta masyarakat lainnya tetap mematuhi protokol kesehatan agar penularan COVID-19 bisa ditekan dan mau ikut vaksinasi.
"Kami sangat berharap untuk dukungan dari seluruh masyarakat agar upaya ikhtiar dari pemerintah ini segera bisa mewujudkan herd immunity Indonesia atau tingkat kekebalan Indonesia mencapai 70 persen sebagaimana syarat dari WHO," kata Budi.
Selain meninjau vaksinasi, Budi Gunawan dan jajaran BIN turut memberikan 3.000 paket sembako kepada masyarakat Semarang yang terdampak PPKM.
Salah satu warga RT 01/RW 08 Kelurahan Tambak Rejo, Pujiati, menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Selain itu, dirinya dan keluarga kini bisa divaksin COVID-19 secara gratis.
“Saya ucapkan terima kasih sudah dibantu untuk vaksinasi gratis, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya. Kemudian, juga lebih lebih mudah tidak mengantre, serta dapat bantuan sembako juga,” kata Pujiati.
