Budiman Sudjatmiko Ogah Mundur dari PDIP

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
21
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politisi Budiman Sudjatmiko usai berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Politisi Budiman Sudjatmiko usai berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko dikecam partainya karena mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Atas aksinya itu, Budiman terancam dipecat atau diminta mundur.

Menanggapi hal ini, Budiman mengaku ogah mundur. Dia pun mendesak PDIP segera memanggil dirinya lewat surat resmi untuk membahas dukungannya ke Prabowo.

"Untuk mundur saya? Enggak ya. Bagi saya kalau mundur itu seperti malah saya tidak mendapatkan penjelasan, tidak punya kesempatan untuk menjelaskan apa yang menjadi argumen saya," kata Budiman saat dihubungi wartawan, Senin (21/8).

Budiman mengaku baru diberi peringatan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto secara personal dan belum ada surat pemanggilan resmi. Padahal menurutnya, jika ada tindakan kader yang dinilai bertentangan dengan partai, maka didahului pemanggilan lewat surat organisasi.

Ribuan relawan PraBu (Prabowo - Budiman) akan mendeklrasikan dukungan di Marina Convention Center Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Ia menekankan mulai dari peringatan, pembahasan, hingga keputusan sanksi biasanya disampaikan dengan surat.

"Jadi karena saya belum dapatkan surat pemanggilan resmi, menyebabkan saya belum bisa menyampaikan tanggapan," lanjut dia.

"Tetapi jika ada surat pemanggilan resmi saya datang, ada majelis kehormatan partai ya karenanya saya menunggu saja," tegasnya.

Budiman ingin menjelaskan lebih dulu terkait tindakannya sebelum disanksi. Sebab menurutnya, keputusan mendukung Ketum Gerindra itu juga didasari pesan-pesan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang kerap disampaikan ke kader.

"Tentu saja saya punya argumen atas tindakan saya, yaitu saya ini kan selama bertahun-tahun ini sering mendengarkan ceramah-ceramah dan pendapat-pendapat Ibu Ketua Umum tentang spek kepemimpinan," jelasnya.

"Ibu Mega kan selalu berkata bahwa Indonesia itu butuh pemimpin yang memiliki pandangan-pandangan strategik. Nah, saya melihat bahwa kualifikasi-kualifikasi itu, setelah saya cermati, dari 3 tokoh yang selama ini ada, memang banyak ada di sosoknya Pak Prabowo," pungkas dia.

PDIP Batal Tentukan Nasib Budiman Sudjatmiko Hari Ini

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kanan) berpose sambil mengepalkan tangan usai menghadiri deklrasi Gerakan PraBu di Gedung Marina, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar

PDIP batal menentukan sanksi bagi Budiman Sudjatmiko siang ini. Semula, partai berencana menetapkan sanksi bagi politikus PDIP yang menyatakan dukungan bagi bacapres Prabowo Subianto itu.

PDIP mengeklaim tengah fokus menindaklanjuti hasil survei Ganjar Pranowo yang terpantau naik.

"Hari ini PDI Perjuangan sedang fokus membahas hasil survei Indikator dan Kompas, yang menunjukkan kenaikan elektoral Ganjar Pranowo dan terjadi rebound," kata Kepala Sekretariat DPP PDIP, Adi Dharmo, dalam keterangannya, Senin (21/8).

Adi melanjutkan, kenaikan survei Ganjar adalah momen tepat bagi PDIP untuk meningkatkan kinerja partai.