Budiman Sudjatmiko: Prabowo Tak Ingin Bahas Masa Lalu di Debat
·waktu baca 2 menit

Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan bahwa jagoannya dalam debat perdana semalam tak ingin membahas masa lalu.
Prabowo justru ingin debat tersebut menunjukkan seberapa pantas para capres untuk menjadi Presiden.
"Tolong catat sikap Pak Prabowo ini, Pak Prabowo sebagai calon presiden beliau ingin rakyat Indonesia yang menyaksikan debat ini melihat kualitas masing-masing dari mereka, Pak Prabowo sendiri, Mas Anies dan Mas Ganjar," ujar Budiman dalam konferensi pers di Hotel Des Indes, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).
"Pak Prabowo ingin Mas Ganjar nunjukin sepantas apa beliau layak jadi Presiden, Mas Anies sepantas apa layak menjadi Presiden," tambahnya.
Menurut Budiman, pertanyaan-pertanyaan Prabowo pun lebih mengenai apa yang akan dilakukannya.
"Sehingga pertanyaan-pertanyaan Pak Prabowo lebih berkaitan dengan apa yang akan dilakukan. Pak Prabowo tidak terlalu masuk ke wilayah-wilayah yang berkaitan dengan apa yang terjadi dikaitkan dengan mereka di masa lalu mereka," jelasnya.
Bagi Budiman, Prabowo tidak ingin terlihat seakan-akan mempunyai keunggulan moral dengan menanyakan kepada Ganjar soal e-KTP dan Wadas.
"Kalau debatnya disaksikan rakyat Indonesia ini akhirnya dipakai Mas Ganjar untuk proyek e-KTP, kelayakan Mas Ganjar untuk jadi capres," tuturnya.
Jika menanyakan hal tersebut kepada Ganjar, maka rakyat Indonesia hanya akan melihat sebagai capres yang disalahkan dalam kasus e-KTP.
"Coba kalian tanya Pak Prabowo hari ini, seolah-olah penanya punya keunggulan moral. Ya itu pilihan mereka, itu bukan pilihan Pak Prabowo," pungkasnya.
