Budiman Sudjatmiko Siap Jelaskan ke Mahkamah PDIP soal Dukung Prabowo Capres

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kanan) berpose sambil mengepalkan tangan usai menghadiri deklrasi Gerakan PraBu di Gedung Marina, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (kanan) berpose sambil mengepalkan tangan usai menghadiri deklrasi Gerakan PraBu di Gedung Marina, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Keputusan politikus PDIP mendukung Prabowo Subianto berbuntut panjang. Dia ditawari 2 opsi oleh PDIP, mundur atau dipecat.

Menanggapi hak itu, Budiman Sudjatmiko mengatakan tetap menunggu surat panggilan resmi dari Mahkamah Partai. Bila ada surat panggilan itu, dia siap untuk menjelaskan semua.

"Kalau ada pemanggilan harus datang karena bagaimanapun juga itu kewajiban saya," kata Budiman di Jakarta, Minggu (20/8).

"Bukan sekadar ngobrol, tapi resmi, kita mau enggak mau harus menjelaskan di depan mahkamah partai begitu," ujar dia.

Budiman Sudjatmiko (berbatik merah) dan Prabowo Subianto hadir dalam deklarasi PraBu. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Sejauh ini, memang belum ada panggilan resmi dari partai untuknya. Budiman juga menyebut, masalah dukungan dirinya ke Prabowo bukan urusan DPP PDIP, tapi menjadi ranah mahkamah partai.

"Jadi menurut saya memang ada mekanismenya, tidak bisa langsung gitu. Kan ada pemanggilan resmi, kemudian dimintai keterangan dalam sidang mahkamah," ucap dia.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko (tengah, kanan) memberikan keterangan pers usai menghadiri deklarasi Gerakan PraBu di Gedung Marina, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar

PDIP memang bereaksi keras atas keputusan Budiman Sudjatmiko memilih mendukung Prabowo bukan Ganjar--capres yang diusung PDIP.

Sekjen partai, Hasto Kristiyanto bahkan secara tegas menyampaikan 2 pilihan yang bisa diambil Budiman atas sikapnya itu.

"Nanti, Pak Komarudin akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai," kata Hasto di Balikpapan, Kaltim, Minggu (20/8).

"Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan," ucap dia.