News
·
24 Februari 2021 14:04

Bukan Editan, Kisah Nelayan Rote Ndao Temukan Hiu Mirip Wajah Manusia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bukan Editan, Kisah Nelayan Rote Ndao Temukan Hiu Mirip Wajah Manusia  (25307)
Ikan hiu menyerupai wajah manusia yang ditemukan oleh nelayan Rote Ndao, Abdullah Ferro. Foto: Abdullah Ferro
Masyarakat dihebohkan dengan penemuan hiu yang menyerupai wajah manusia. Hiu tersebut ditemukan oleh seorang nelayan asal Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Abdullah Ferro (48).
ADVERTISEMENT
Ia mengatakan ikan tersebut ditemukan dalam perut induk hiu. Ia baru kali pertama menemukan hewan dengan bentuk yang tak biasa itu.
"Saya dapat malam Senin (21/2), jam 11 malam, menemukan sendiri," ujar Abdullah saat dihubungi kumparan, Rabu (23/2).
Bukan Editan, Kisah Nelayan Rote Ndao Temukan Hiu Mirip Wajah Manusia  (25308)
Ikan hiu menyerupai wajah manusia yang ditemukan oleh nelayan Rote Ndao, Abdullah Ferro. Foto: Abdullah Ferro
Abdullah menambahkan, ikan tersebut masuk ke dalam jaring miliknya. Selama ini, memang banyak ikan jenis hiu yang masuk ke jaringnya.
Bukan Editan, Kisah Nelayan Rote Ndao Temukan Hiu Mirip Wajah Manusia  (25309)
Ikan hiu menyerupai wajah manusia yang ditemukan oleh nelayan Rote Ndao, Abdullah Ferro. Foto: Abdullah Ferro
"Itu baru lihat, baru pertama kali lihat, pernah (melaut) ke Australia, baru dapet kali ini," paparnya.
Baik induk dan ikan yang menyerupai wajah manusia itu kini telah mati. Meski begitu, ikan tersebut diawetkan oleh Abdullah. "Sudah mati, mati dalam perut induknya. Anak dan induk mati semua," paparnya.
"Tidak buat [makan]. Ini masih. Buat diawetkan, disimpan," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Ia menegaskan, ikan tersebut benar ditemukan olehnya, bukan editan. "Ini beneran, bukan editan," pungkasnya.
Dilansir website Kementerian Kelautan dan Perikanan, hiu memiliki karakter biologis yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih.
Kebanyakan hiu adalah hewan predator pada lingkungan terumbu karang dan lautan, mereka berada pada tingkat atas dari rantai makanan yang menentukan keseimbangan dan mengontrol jaring-jaring makanan yang komplek di bawah mereka. Sebagai predator tingkat atas, hiu juga berperan sebagai penjaga lingkungan laut mereka.
Di Indonesia ada 117 jenis hiu, hanya 1 jenis yang sudah berstatus dilindungi penuh, yaitu hiu paus (Rhyncodon typus). Empat jenis hiu lainnya, yaitu hiu koboy (Carcharhinus longimanus) dan 3 jenis hiu martil (Spyhrna lewini, Sphyrna zygaena, dan Sphyrna mokarran) termasuk yang dilarang ekspor melalui Permen KP No. 5 Tahun 2018. Delapan jenis juga masuk CITES, artinya pemanfaatan untuk perdagangan luar negerinya diperbolehkan, namun dengan aturan ketat.
ADVERTISEMENT