Bukan Indonesia, Songket Malaysia Diakui Jadi Warisan Tak Benda UNESCO
ยทwaktu baca 2 menit

UNESCO menetapkan Songket sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) atau Intangible Cultural Heritage yang berasal dari Malaysia.
Penetapan tersebut dilakukan dalam 16th Session of the Intergovernmental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage di Paris, Prancis, Rabu (15/12).
Dalam keterangan UNESCO, disebutkan songket adalah kain tenun tangan tradisional Malaysia yang dibuat oleh wanita di Semenanjung Malaya dan Sarawak.
"Istilah songket mengacu pada teknik tenun dekoratif yang digunakan untuk membuat kain, yang melibatkan penyisipan benang emas atau perak di antara benang dasar. Akibatnya, benang ekstra tampak melayang di atas latar belakang anyaman warna-warni untuk menciptakan efek ornamen," demikian yang tercantum di situs UNESCO, dikutip Sabtu (18/12).
Songket Malaysia ditenun menggunakan kek, atau alat tenun tradisional, dan menghasilkan kain halus yang dihasilkan dari pengrajin ahli dengan tangan terampilnya. Pengerjaannya pun dilakukan berbulan-bulan.
UNESCO menjelaskan, teknik menenun sudah ada sejak abad ke-16 dan diturunkan dari generasi ke generasi. Gaya songketnya pun dapat dikenali dari pola desain yang menggunakan geometris dan elemen organik, seperti bunga, burung, dan serangga.
Jika dahulu hanya dikenakan oleh bangsawan dan keluarganya, kini songket sudah bisa digunakan oleh orang Melayu lainnya.
"Songket secara tradisional hanya dikenakan oleh bangsawan dan keluarga mereka. Namun, hari ini digunakan oleh orang Melayu di seluruh negeri sebagai pakaian upacara tradisional, untuk instalasi kerajaan, pernikahan, kelahiran, acara perayaan dan acara resmi negara," jelasnya.
"Meski tenun songket selalu [terlihat] kokoh di tangan perempuan, laki-laki juga ikut mengamalkannya dengan membuat alat tenun," tutup keterangan UNESCO.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia menilai masuknya songket ke dalam daftar WBTB UNESCO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk melestarikan kebudayaan tersebut.
"Pengakuan oleh UNESCO ini meningkatkan kesadaran untuk melestarikan warisan berbagai budaya di Malaysia. Ini juga akan memotivasi generasi muda untuk tertarik pada tenun songket," tulis keterangan kementerian, dikutip dari Malay Mail.
Songket merupakan kain sutra atau katun tenunan tangan yang memiliki pola benang emas atau perak. Selain Malaysia, songket juga dapat ditemui di Brunei, Indonesia dan Singapura.
Kain songket di Indonesia sendiri dikenal sebagai budaya Melayu, terutama di Sumatera. Jika dilihat sekilas, songket dari Indonesia maupun Malaysia hampir sama, mulai dari corak hingga warnanya.
