Bukan Pertama Kali, Pelaku Pelecehan Anjing di Jakut Pernah Lakukan Hal Serupa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana area cafe Dogs Ministry, Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana area cafe Dogs Ministry, Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Aksi pelecehan terhadap seekor anjing Pomeranian oleh seorang pria berinisial OWL (22) di sebuah dog cafe bernama Dogs Ministry di Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (1/6), ternyata bukan kejadian yang pertama.

Manajer Operasional Dogs Ministry, Yuliana Monica Petronela, menjelaskan para pegawai telah mencurigai sebelum pelecehan itu terjadi. Hal itu karena pada beberapa pekan sebelumnya pelaku telah melakukan tindakan senonoh terhadap anjing lain di Dogs Ministry.

“Mungkin satu-dua minggu sebelum kejadian, itu orang tersebut datang untuk main seperti biasa, tapi sempat ditegur oleh staf kami karena dia maksa cium salah satu anjing kita,” ungkap Monica saat dihubungi kumparan, Selasa (16/6).

Anjing pudel bernama Sissy milik Dogs Minsitry yang menjadi korban pelecehan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Kata Monica, anjing yang bersama pelaku pada saat itu terlihat tidak nyaman, sehingga pelaku ditegur. Sebab pelaku memaksa untuk mencium dan memeluk anjing tersebut.

“Anjing kita kan enggak nyaman ya, sudah mau dipeluk paksa, mau dicium, lalu disetop sama karyawan kami, ditegur. Ditegurnya kayak kurang lebih ‘Kak, itu anjingnya nggak nyaman, jangan dipaksa’. katanya gitu kan,” jelas Monica.

“Nah, terus habis ditegur itu dia pulang, dia langsung pulang,” sambungnya.

Setelah itu, pelaku datang kembali pada hari kejadian. Kata Monica, setibanya pelaku di Dogs Ministry, para pegawai melakukan pengawasan terhadap pelaku sebab mengingat kejadian sebelumnya.

Anjing pudel bernama Sisi milik Dogs Minsitry yang menjadi korban pelecehan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

“Staf saya yang negur dia sebelumnya, itu dia lapor, kasir juga notice, bahwa ‘Kakak ini datang lagi yang waktu itu ditegur’. Oke, jadi makanya kita lebih perhatiin lagi gerak-geriknya dia karena sudah ada kejadian sebelumnya kan,” ucap Monica.

Lalu Monica pun memergoki pelaku melakukan pelecehan terhadap anjing pomeranian bernama Sissy di area cafe Dogs Ministry. Kata Monica, anjing tersebut berbeda dengan kejadian sebelumnya, namun jenis kelaminnya sama.

“Oh beda. Mungkin ya random, tapi carinya anjing betina,” kata Monica.

Suasana bermain di area lounge Dogs Ministry di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Setelah pelaku terpergok oleh para pegawai Dogs Ministry, pelaku pun segera dibawa ke Polsek Metro Penjaringan. Saat di Polsek, kata Monica, nenek pelaku kemudian hadir.

Monica mengatakan, nenek dari pelaku menyebutkan bahwa pelaku kerap kali melakukan pelecehan terhadap hewan di kawasan kediamannya.

“Lalu pada saat di situ (di Polsek Pejaringan) juga neneknya datang ya, dan saya sempat dengar bahwa itu bukan kejadian yang pertama kali, katanya sudah beberapa kali sama binatang lain punya tetangganya juga pernah seperti itu,” jelas Monica.

Kasus ini akhirnya diproses di Mapolsek Penjaringan. Meski tengah diselidiki polisi, namun pelaku masih berstatus sebagai saksi.