Bukan untuk Menakuti, ini Alasan BMKG Ungkap Potensi Tsunami 29 Meter di Jatim

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Foto: Utomo Priyambodo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

BMKG menyampaikan adanya potensi gempa besar 8,7 magnitudo dan tsunami 29 meter di Jawa Timur. Informasi ini sempat membuat sebagian masyarakat gundah.

Sebagian pihak menilai, potensi ini akan terjadi dalam waktu dekat. Padahal, sejak awal BMKG sudah menyampaikan informasi ini sifatnya prediksi, potensi, berdasarkan data dan pemodelan. Sebab, sampai saat ini tak ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mengatakan, BMKG punya alasan kuat mengapa pemodelan gempa dan tsunami ini dibuat dan disampaikan ke publik. Tentu tujuannya tak lain sebagai bagian dari mitigasi bencana.

kumparan post embed

"Karena dalam berbagai kesempatan seperti sekolah lapang gempa BMKG, banyak muncul pertanyaan," kata Daryono dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Sederet pertanyaan yang dimaksud Daryono, sebagai berikut:

Di pantai kami potensi tsunami tingginya berapa? Sebaiknya kami membuat jalur evakuasi yang aman lewat jalur mana? Tsunami di kampung kami landaannya sampai di mana? Kalau kami mau menentukan titik kumpul di mana? Kalau kita mau membangun tempat evakuasi sementara amannya di mana? Kalau kami latihan evakuasi, kita berlari sampai mana?

Karena banyaknya pertanyaan itu, Daryono mengatakan, BMKG membuat pemodelan dengan kondisi prediksi bencana terburuk yang mungkin terjadi di sebuah wilayah. Dalam kesempatan itu, Jatim menjadi contoh.

Dengan begitu, pemodelan itu bisa menjawab berbagai pertanyaan dan semakin meningkatkan upaya mitigasi bencana, bila nantinya benar-benar datang melanda.

kumparan post embed

"Atas dasar banyak pertanyaan-pertanyaan inilah maka kami membuat skenario model terburuk agar upaya konkret mitigasi tsunami yang dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat mendapat rujukan yang tepat untuk menyelamatkan masyarakat pesisir rawan tsunami," jelas dia.

Potensi tsunami besar ini disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam webinar mitigasi bencana di Jawa Timur. Dalam webinar itu, hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

****

Saksikan video menarik di bawah ini: