Bukit Jaddih, Tambang Kapur di Madura yang Mirip Cappadocia

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di sebuah terowongan, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di sebuah terowongan, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Menderu suara gergaji mesin terdengar dari gua-gua para penambang kapur. Pahatan dinding menyisakan corak ukiran yang indah menarik perhatian.

Sulit rasanya membayangkan jika bekas tambang kapur bisa menjadi destinasi wisata yang layak untuk kita datangi. Akan tetapi hal tersebut nyata adanya jika kita berkunjung ke Bukit Kapur Jaddih yang terletak di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura.

Bukit Kapur Jaddih yang menjadi objek wisata itu merupakan tempat penambangan kapur. Setiap hari aktivitas pertambangan kapur itu masih berjalan. Masih banyak truk dan angkutan berat yang berlalu-lalang mengangkut kapur-kapur tersebut.

Alat berat beraktivitas di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Mobil truk melintas di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Alat berat beraktivitas di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Suasana tambang batu kapur di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Sebenarnya, bukit penambangan batu kapur putih ini bukan ditujukan untuk tempat wisata.

Bukit Jaddih awalnya bukit yang dijadikan tempat persembunyian oleh para pejuang di zaman penjajahan Jepang. Oleh karenanya, dapat ditemui lubang-lubang yang menyerupai gua yang dahulu dipakai sebagai kamar persembunyian para penjajah.

Beberapa tahun terakhir bukit ini semakin ramai didatangi wisatawan berkat media sosial. Awalnya tak ada yang tertarik untuk datang ke Bukit Jaddih, terlebih lokasinya merupakan area pertambangan yang berdebu serta akses jalan yang rusak dan terjal.

Namun setelah beberapa spot dipercantik dan diubah menjadi tempat yang layak dan aman untuk dikunjungi, para wisatawan mulai berdatangan ke tempat ini.

Sejumlah pengunjung di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Sejumlah pengunjung berkeliling di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Sejumlah pengunjung berfoto bersama di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Suasana di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Di tengah bongkahan Bukit Kapur terdapat sumber air membentuk danau yang diberi nama Aeng Goweh Pote. Mata air itu muncul dari sumber hasil galian kapur.

Yang menjadi daya tarik utama dari kawasan Wisata Bukit Kapur Jaddih adalah panorama alam sekitarnya yang fotogenik. Panorama alam yang pemandangannya bisa dikatakan hampir mirip dengan Cappadocia yang ada di Turki.

Walau sudah mulai terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan, hingga kini belum ada campur tangan pemerintah setempat untuk mengembangkan Bukit Jaddih. Pemilik tambang berinisiatif sendiri mengelola bekas tambang mereka agar layak menjadi tempat wisata.

Sejumlah pintu Gua di tempat bekas tambang batu kapur, di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Suasana tambang batu kapur di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Suasana tambang batu kapur di Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Dinding gua di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Kapur-kapur itu di jual kepada masyarakat sekitar Bangkalan sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta per mobil bak, untuk dijadikan dinding rumah atau batu pondasi yang kokoh.

Meski dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah, namun tambang itu nyata seperti buah simalakama. Bisa saja area pertambangan itu pun suatu saat nanti akan termakan umur dan ambruk karena penambangan yang terus terjadi, tanpa adanya pengawasan dari pihak berwajib.

Pekerja beraktivitas di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja memotong batu di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja memotong batu di dalam gua bekas tambang kapur di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja beraktivitas di dalam gua Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja memotong batu di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja menyiapkan gergaji mesin untuk memotong batu di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja beraktivitas di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja beraktivitas di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja beraktivitas di dalam gua Bukit Kapur Jaddih, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja memotong batu di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pekerja memasang batu blok di dalam gua, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Suasana di dalam gua bekas tambang kapur, di Bukit Kapur Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura. Foto: Helmi Afandi/kumparan