Buku Sosiologi Kelas 3 SMA Muat Situs Porno, MGMP Jabar Minta Kominfo Blokir

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buku Sosiologi Kelas 3 SMA. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Buku Sosiologi Kelas 3 SMA. Foto: Dok. Istimewa

Sebuah buku Sosiologi yang ditujukan bagi pelajar sekolah menengah atas (SMA) kelas 3 memuat rujukan ke situs komik porno berbahasa China. Situs tersebut menampilkan dua domain yang berbeda jika dibuka melalui ponsel dan desktop.

Saat diakses melalui ponsel, situs tersebut memang menampilkan gambar komik porno. Sedangkan jika diakses melalui desktop, isinya adalah tentang situs penjual pompa industri asal China.

Ilustrasi nonton video porno. Foto: Getty Images

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Jabar Iwan Hermawan mengatakan bahwa buku tersebut sudah lama terbit dan dijadikan sebagai bahan ajar kurikulum 2016.

Diduga, situs yang dirujuk yang mestinya memuat tentang budaya Sunda itu sudah lama tak aktif sehingga diganti kepemilikan atau diretas hingga memuat situs porno.

"Ternyata situs budaya Sunda itu sepertinya sudah tidak aktif dan tidak diurus, sehingga berganti kepemilikannya atau mungkin diretas sehingga menjadi situs komik dewasa, sangat disayangkan," kata dia ketika dikonfirmasi, Selasa (9/2).

Buku Sosiologi Kelas 3 SMA. Foto: Dok. Istimewa

Namun sebagai langkah lebih lanjut, menurut Iwan, tak patut buku tersebut ditarik dari peredaran. Lebih tepat pemerintah melalui Kemenkominfo memblokir situs tersebut. Selain itu, Kemendikbud harus berhati-hati dalam memberikan izin terbitnya buku yang merujuk situs tersebut.

"Kemenkominfo segera blokir situs tersebut. Sebaiknya, Puskurbuk [Pusat Kurikulum dan Perbukuan] Kemendikbud hati-hati memberi izin terbitnya buka yang merujuk situs tertentu," ucap dia.

Selain itu, lanjut Iwan, alangkah lebih baik penulis buku merujuk langsung situs resmi dari pemerintah pusat. "Para penulis buku jika merujuk gunakan situs resmi pemerintah atau Kemendikbud atau Dinas Pendidikan Daerah," pungkas dia.