Bulan Madu Berujung Maut: Istri Tewas, Suami Kritis saat Glamping di Sumbar
10 Oktober 2025 14:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
Bulan Madu Berujung Maut: Istri Tewas, Suami Kritis saat Glamping di Sumbar
Gilang dan Cindy informasinya baru tiga hari menikah, mereka kemudian berbulan madu di lokasi glamping.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Pasangan suami istri bernama Gilang Kurniawan (28) dan Cindy Desta Nanda (28) ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar penginapan Glamping di Nagari (Desa) Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (9/10).
ADVERTISEMENT
Cindy dinyatakan meninggal usai dilarikan ke Puskesmas. Sementara kondisi Gilang kritis dan masih mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Gilang dan Cindy informasinya baru tiga hari menikah. Mereka kemudian berbulan madu di lokasi glamping yang terletak di tepi danau dengan pemandangan danau dan pegunungan.
Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya mengatakan, kepolisian masih menunggu keputusan untuk visum terhadap jenazah korban.
"Kami lagi menunggu visumnya. Untuk lebih detail, silakan ke Kapolsek," ujar Agung dihubungi kumparan, Jumat (10/10).
Olah TKP
Lokasi tersebut kini dipasangi garis polisi. Olah TKP juga telah dilakukan.
Sementara itu, Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih mengatakan dari hasil pemeriksaan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
"Visum luar tidak ada ditemukan tanda kekerasan. Kondisinya sudah meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas," kata dia.
Beredar Info Diduga Korban Keracunan Gas
Beredar info korban tewas karena keracunan gas dari pemanas air. Soal ini, Barata mengatakan pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kami belum bisa menyimpulkan. Kalau untuk kemungkinan-kemungkinan bisa semua. Tapi belum bisa dipastikan," jelasnya.
Saat ini, kepolisian terkendala dalam penyelidikan karena jenazah korban telah dimakamkan.
"Informasinya korban sudah dimakamkan tadi. Otomatis tidak dilakukan autopsi. Autopsi ini kan sesuai permintaan keluarga," ungkapnya.
"Keluarga sudah ditawarkan, awalnya disetujui, sudah membuat laporan polisi dan permohonan autopsi, namun tidak jadi. Kami tidak tahu apa alasan keluarga," sambung Barata.
