Bule Asal Swiss Ngamuk di IGD RS Bali Mandara, Tendang Alat Pasien Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang ngamuk. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang ngamuk. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Pasangan suami istri asal Swiss membuat gaduh di ruang IGD RS Bali Mandara, Kamis (24/9) malam sekitar pukul 22.35 WITA. Si suami hendak memukul dokter dan menendang alat sejenis monitor indikator kesehatan pasien. Sejumlah tenaga kesehatan dan pasien takut bukan kepalang.

Kepala Dinas Kesehatan Bali I Ketut Suarjaya mengatakan, awalnya, pasangan suami ini mendatangi poliklinik RS Bali Mandara. Istrinya yang berinisial P (68) mengalami sakit sesak napas.

Sang istri dirujuk ke ruang IGD karena dinilai suspect corona. Ruang IGD merupakan salah satu tempat perawatan pasien COVID-19.

"Di IGD kondisi sesak sehingga dilakukan penanganan khusus, diswab dan tindakan medis sesuai SOP (penanganan pasien COVID-19)," kata Suarjaya, Jumat (25/9).

Sang suami ternyata penasaran dengan kondisi istrinya. Dia menerobos masuk IGD, meski telah dilarang petugas keamanan.

Di IGD terjadi salah paham karena pasangan ini berkomunikasi dengan bahasa Jerman dan tidak mengerti bahasa Inggris. Si suami pun mengamuk tak karuan.

"Suami berteriak-teriak, menendang monitor pasien dan memukul dokter, tapi bisa ditangkis. Pasien lain merasa ketakutan," kata Suarjaya.

Tenaga kesehatan lalu meminta petugas keamanan untuk mengeluarkan suami dari IGD dan ditenangkan. Syukur, suami mengizinkan istrinya dirawat.

"Pasien ditangani dengan baik sesuai SOP dan saat ini masih menunggu hasil swab," kata Suarjaya.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan